Mengantar Istri ke Pasar
Zafran dan Nafisa suami istri. Mereka baru menikah. Pasca menikah mereka memutuskan untuk hidup terpisah dari orang tuanya. Alasannya untuk hidup mandiri. Mencari lokasi tempat tinggal yang berada diantara rumah kedua orang tua mereka. Kemudian mereka mencari rumah untuk menjadi tempat tinggalnya. Mereka pun mengontak rumah dan berencana kedepannya untuk memiliki rumah sendiri secara bertahap. Menyisihkan uang dari hasil kerja mereka berdua.
Sebagai pengantin baru, setiap melakukan aktivitas, selalu dilakukan berdua terutama di akhir pekan seperti membeli bahan masakan untuk masak harian, mengunjungi tempat wisata, berbelanja, mengunjungi keluarga masing-masing secara bergantian, dan aktivitas lainnya dilakukan berdua. Keduanya bekerja jadi saat ada waktu bersama dimanfaat secara berkualitas. Bersama penuh cinta dan kasih sayang.
Pada suatu pagi "Ayah antar bunda ke pasar yuk" ucap Nafisa kepada suaminya. "Wah istriku tercinta akan masak istimewa nih" ucap Faqih pada istrinya. "Iya" dong jawab istrinya. Mereka berdua pun bersiap-siap. Kemudian Faqih menghidupkan sepeda motor bebeknya. Sesekali mengas motornya untuk memanaskan mesin motor. "Ayo istriku segera berangkat" panggil suaminya. Nafisa keluar rumah dengan membawa tempat belanjaan sebagai upaya mendukung pemerintah mengurangi sampah. Ia pun mengunci pintu rumah. Mereka berdua pun menuju pasar untuk berbelanja. Sesampainya di pasar, lalu memparkir motor dan mengantar istri berbelanja. Setelah selesai berbelanja mereka kembali ke parkiran. Kemudian Faqih menyalakan sepeda motor untuk segera pulang. "Ayo istriku naik" ucapnya pada istrinya "Iya" jawab istrinya. Tiba-tiba istrinya ada yang menegur ternyata teman sekolahnya yang secara tidak sengaja bertemu di pasar. Faqih mengira istrinya sudah naik dan mengas motornya untuk pulang. Istrinya memanggil akan tetapi, ia tidak mendengar. Faqih terus memacu motornya. "Pegangan bunda takut jatuh" ucap Faqih. "Pegangan" ucapnya lagi. Faqih kemudian menengok kebelakang, nah lho tidak ada istrinya. "Wadau istriku ketinggalan di pasar" ucapnya. Faqih pun memutar balik motornya ke arah pasar dan siap-siap menghadapi perang dunia ke 3 he..he...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
