Mulya

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Waspadai Kecelakaan pada Kereta Wisata
Suarabanten.com

Waspadai Kecelakaan pada Kereta Wisata

Saat pandemi covid-19 ternyata memicu berbagai budaya baru. Di wilayah tempat tinggal saya di Kabupaten Tangerang, Banten muncul fenomena odong-odong kini dikenal dengan kereta wisata. Awalnya odong-odong dibuat dari mobil seadanya. Tetapi kini mobil dimodifikasi dengan cat dan hiasan secara khusus. Bahkan ada yang dilengkap televisi dan dilengkapi dengan salon sehingga full musik. Kini kereta wisata dijadikan sarana transportasi untuk mengantarkan warga menuju ke tempat yang dipesan oleh penumpang. Bahkan seolah tanpa batas tujuan, bisa dipesan untuk mengantarkan menuju wilayah-wilayah di provinsi Banten sesuai ongkos yang telah disepakati.

Transportasi jenis apapun termasuk kereta wisata tidak terlepas dari potensi kecelakaan. Walaupun sebagai kereta wisata praktiknya tetap bisa terjadi kerusakan komponen kendaraan dan kesalahan manusia akibat kelalaian supir sebagai penyebab kecelakaan. Terlebih ada kereta wisata yang tidak menggunakan asisten/kernet dengan alasan pembagian bagi hasil akan berkurang. 

Terbaru di wilayah tempat tinggal saya. Setiap sore kereta wisata sudah terparkir dan menawarkan tujuan wisata keliling kecamatan dan wisata belanja. Saat penumpang sudah penuh, kereta wisata berangkat dengan perlahan-lahan. Sekelompok anak laki-laki berlari mengejar dan menaiki bagian belakang dan samping kereta wisata. Ternyata bahaya mengancam, satu anak terjatuh dan kepala terbentuk ke aspal. Usia anak tersebut sekitar sembilan tahun. Dari kepala anak tersebut mengeluarkan banyak darah. Dari kuping pun keluar darah.

Semua orang berteriak. Anak tersebut langsung dibawa ke klinik, kemudian di rujuk ke rumah sakit dan sekarang sedang mengalami perawatan. Berdasarkan informasi ada luka di kepala sehingga menyebabkan adanya pendarahan. Apa yang terjadi pada anak tersebut seolah sepele tetapi akibat yang terjadi bisa fatal. Luka pada kepala bagian belakang amat berat karena berpotensi ada gangguan pada saraf kepala, pada jangka pendek atau panjang bisa ada dampak lanjutan pasca kejadian kecelakaan tersebut.

Sejatinya kejadian tersebut tidak akan terjadi jika pada kereta wisata tersebut ada kernet. Si kernet dapat melarang jika akan ada anak yang naik dengan cara memegang bagian belakang pinggir kereta wisata. Selain itu supirnya juga, seharusnya  tidak menjalankan kereta wisata jika akan ada anak yang akan menaiki secara diam-diam sehingga musibah itu tidak terjadi.

Manajemen pemilik kereta wisata apakah secara perorangan atau lembaga harus tetap memperhatikan potensi kecelakaan yang dapat terjadi saat proses operasional kereta wisata tersebut. Sehingga potensi kecelakaan bahkan penumpang yang meninggal dunia karena kereta wisata bisa dihindari. Baiknya selalu waspada terhadap potensi bencana sekalipun pada kereta wisata sekalipun.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post