Otak, Belajar, dan Ilmu
Setiap manusia Allah SWT berikan kemampuan otak yang sempurna. Tinggal bagaimana menggunakannya secara optimal. Akan tetapi dalam usaha mengoptimalkan otak itu tidak mudah. Banyak sekali bisikan setan untuk melakukan keburukan sehingga otak tidak teroptimalkan dan terjerumus pada kesesatan. Perlu diingat Allah SWT memberikan otak untuk dapat memilih yang terbaik dalam hidup. Sejatinya pilihan yang paling ideal sesuai perintah Al Qur'an dan Hadist.
Lalu bagaimana konsep memanfaatkan otak? Tidak ada cara lain selain belajar, belajar, dan belajar. Hakekat belajar bisa dilakukan secara formal, nonformal, maupun informal dengan memanfaatkan seluruh potensi panca indera. Tujuan belajar itu untuk meraih ilmu apakah ilmu dunia atau akhirat. Orang pembelajar akan tercermin dari sikap dan prilakunya yang unggul dan berkarakter. Pilihan terbaik dan sarat manfaat dan kebaikan.
Muara belajar sejatinya mendapatkan ilmu. Ilmu yang diperoleh dengan cara yang baik harus dapat diamalkan dalam kehidupan yang nyata apakah untuk diri sendiri, keluarga, tempat bekerja, orang lain, negara, maupun agama. Ilmu itu investasi terbesar dalam hidup. Berapa banyak harta yang dimiliki tidak akan sebanding dengan ilmu yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan nyata. Ilmu dapat memberikan solusi hidup dan keberkahan.
Kebermanfaatan ilmu bagi seseorang harus ditunjang dengan sikap dan perilaku yang baik. Karakter personal yang unggul sehingga dapat menjalin hubungan dengan air manusia diberbagai kalangan. Orang yang berilmu seyogyakan tidak akan pernah sombong dan menyombongkan diri. Memegang ilmu padi semakin matang maka semakin merunduk.
Puncak kesuksesan seseorang sejatinya bagaimana ia dapat meraih berbagai kebahagiaan dalam hidup. Kebahagiaan yang diciptakan sebagai surga dari kerendahan hatinya karena memiliki ilmu dari hasil belajar. Semata-mata menjalani hidup sebagai mengemban titah langit bertujuan mendapatkan ridho dari Allah SWT. Semoga kita termasuk orang yang berilmu dan terus menjadi pembelajaran sampai akhir hayat dikandung badan. Aamiin
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
