Mulya

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Takdir dan Kehidupan
Tirto.id

Takdir dan Kehidupan

Neng dan adiknya masih berusia sekolah dasar. Saat Neng pulang sekolah bersama adiknya, rumahnya sudah ramai. Semua orang yang ada menatap dengan sorot mata kesedihan. Kemudian pamannya enghampiri kemudian memeluk neng dan adiknya "Sebentar lagi Ayah dan Ibu kalian pulang" ucap pamannya. Tidak lama suara raungan ambulan terdengar. Dua mobil jenazah berhenti menurunkan dua keranda. Warga merapat dan menurunkannya membawa ke ruang tengah rumah. Dua jasad ditempatkan berdampingan. Terbujur kaku dengan tutup kain. Neng dan adiknya tak kuasa menahan kesedihan. Anak seusianya harus kehilangan orang yang sangat dicintai dan masih sangat membutuhkannya. Orangtuanya telah meninggal dunia karena kecelakaan tertabrak truk yang mengalami gangguan rem blong.

Neng dan adiknya kini telah menjadi yatim piatu. Kemudian mereka dirawat dan dibesarkan oleh adik ibunya yang telah memiliki 3 anak. Hidup bersama saudara dari ibunya di jalaninya. Tentunya berbeda saat hidup bersama orangtua kandung. Kasih sayang dari ibu dan bapak kandung tidak didapatkannya. Walaupun demikian itu jauh lebih baik dibanding harus hidup berdua saja tanpa keberadaan orang dewasa yang melindungi.

Neng dan adiknya diberikan kasih sayang dan pendidikan. Saat keterbatasan ekonomi di alami, sering mereka menunggak biaya pendidikan. Guru-gurunya saat mengetahui mereka yatim piatu, berusaha untuk membantu dengan banyak cara. Terlebih Neng dan adiknya termasuk anak yang pinter. Selalu menjadi juara kelas dan berprestasi di bidang non-akademik.

Saat lulus sekolah menengah pertama, kemudian Neng melanjutkan ke sekolah menengah atas, keinginan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi sangat tinggi. Neng pun mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan diterima. Targetnya mendapatkan beasiswa bidik misi dan ia pun mendapatkannya. Sampai lulus kuliah dan bergelar S1.

Lulus kuliah ia mencoba bekerja dan membuka usaha dalam bidang perdagangan. Hidupnya sudah mulai meniti kebahagiaan sampai akhirnya menemukan cinta dengan teman sekolahnya Vitaer. Sama-sama bergelar sarjana. Bertemu secara tidak sengaja saat Neng sedang menjalankan usahanya. Mereka berdua bersepakat untuk menikah. Kebahagiaan seolah sangat dekat dan nyata. Undangan pernikahan sudah di sebar untuk hari bahagia tersebut.

Menjelang pernikahan calon suaminya sakit. Ketika diperiksa ke rumah sakit mengidap kanker darah. Kematian menurut prediksi medis sangat nyata. Proses pernikahan tetap dilangsungkan dengan inpus terpasang di pengantin pria. Selesai acara resepsi pernikahan yang seharusnya berbulan madu dan berbahagia, Neng harus membawa suaminya untuk berobat di RS khusus kanker di Jakarta. Berhari-hari menjalani perawatan.

Waktu terus berjalan. Kondisi suaminya semakin memburuk dan akhirnya tubuhnya tidak lagi mampu bertahan. Allah lebih sayang dan memanggilnya untuk menghadap. Traumatik saat kecil ditinggal meninggal kedua orangtua akhirnya kembali terjadi. Baru saja ingin merengkuh kebahagiaan ternyata berakhir dengan kesedihan.

Suaminya yang dicintainya. Masih berbilang hari sejak menikah harus kembali meninggalkan untuk selama-lamanya. Kesemuanya atas nama takdir. Dunia seolah kiamat yang Neng rasakan. Ujian kehidupan sangat nyata. Ujian tentang kematian. Kehilangan orang tercinta. Rasa kehilangan itu begitu menyakitkan seolah Sang Pencipta tidak memberikan kebahagiaan padahal hal itu bertujuan untuk membuat hambanya lebih kuat dan memiliki keimanan dan ketakwaan yang lebih baik. Apapun yang ada di dunia tidak ada yang abadi. Keabadian hanya milik Allah SWT.

Neng harus tetap menjalani hidup dengan sebaik-baiknya. Ada adiknya yang harus tetap mendapatkan bimbingan dan diyakinkan bahwa semua yang terjadi tidak terlepas dari kehendak-Nya. Jika Neng rapuh bagaimana dengan adiknya.

Semoga setiap orang menyadari bahwa dalam hidup itu tidak ada yang abadi. Manusia hanya memiliki keinginan dalam hidup. Pada akhirnya Allah SWT yang menentukan keputusan akhirnya. Takdir dari semua kehidupan setiap makluk ciptaan-Nya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post