Apa itu Hipoksia?
Bumi tempat kehidupan manusia termasuk makhluk hidup lainnya. Bumi diselimut atmosfer (lapisan udara). Gas pada atmosfer yang paling dominan yaitu nitogen (78,08%) yang dibutuhkan senyawa organik, oksigen (20,95%) dibutuhkan makhluk hidup, karbondioksida (0,034%), neon (0.0018%), argon (0,93%), xenon (0,00011%) kripton jumlahnya sangat kecil, helium (0,0005%) dan hidrogen (0,00005%) lebih kecil lagi.
Manusia sebagai makhluk hidup sangat membutuhkan oksigen. Jika kekurangan oksigen manusia tidak bisa hidup. Istiahnya disebut hipoksia. Hipoksia adalah kondisi rendahnya kadar oksigen di dalam sel-sel tubuh. Akibatnya, sel-sel di seluruh bagian tubuh tidak dapat berfungsi dengan normal. Hipoksia perlu diwaspadai, karena jika dibiarkan, kondisi ini bisa menyebabkan kematian jaringan dan kerusakan organ tubuh.
Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya hipoksia yaitu berada di tempat yang cukup tinggi di mana kadar oksigen di udara lebih rendah, napas dangkal atau pernapasan yang terlalu lambat, edema paru, yaitu ketika paru-paru terisi cairan, ketidakcocokan ventilasi-perfusi, yang terjadi ketika bagian paru-paru mendapatkan cukup oksigen tetapi tidak ada aliran darah, atau sebaliknya, dan asma, dimana kondisi paru-paru yang membuat sulit bernapas.
Gejala hipoksia dapat bervariasi dari orang ke orang. Namun, hipoksia umumnya menimbulkan gejala seperti kebingungan, kelelahan, kesulitan berkonsentrasi atau penurunan kesadaran, bicara cadel, hot flashes atau perasaan panas secara tiba-tiba, kurang koordinasi, pingsan atau pusing, sesak napas, sensasi kesemutan atau hangat pada tubuh, masalah penglihatan, detak jantung yang cepat dan tekanan darah tinggi,.napas cepat, euforia, sakit kepala, muncul semburat kebiruan pada kulit.
Hipoksia berisiko menyebabkan kondisi petumbuhan dan perkembangan tumor pada kanker, resistensi obat kanker, memburuknya kondisi jantung, hilangnya fungsi ginjal. Jika kasusnya parah, kerusakan dapat dimulai dalam beberapa menit setelah terjadi hipoksia seperti kejang, atau gangguan otak tak terkendali yang dapat menyebabkan gerakan tak terkendali dan perubahan kesadaran. Koma, periode ketidaksadaran yang berkepanjangan bahkan kematian.
Lalu bagaimana dengan tewasnya para suporter Arema Malang di Stadiun Kanjuruhan saat melawan Persebaya Surabaya? Ratusan orang meregang nyawa akibat kehilangan napas dan terinjak-injak setelah aparat keamanan menembakkan gas air mata ke arah tribun penonton di Stadion Kanjuruhan, Malang, usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam BRI Liga 1.
Dalam Tragedi Kanjuruhan itu polisi diketahui berkali-kali menembakkan gas air mata ke arah tribun yang dipadati oleh ribuan penonton dan membuat ribuan penonton berdesak-desakan untuk menyelamatkan diri. Namun, sayang banyak dari mereka yang kehilangan napas dan terinjak-injak.
Salah satu penyebab dari kehilangan napas yang mengakibatkan banyak penonton menjadi lemas adalah gas air mata yang ditembakkan oleh aparat keamanan. Selain itu, efek gas air mata juga membuat manusia mengalami hipoksia.
Hipoksia harus diwaspadai dan diantisipasi terlebih belajar dari kasus tragedi kanjuruan. Jangan sampai terjadi kembali korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
