Bahaya Gula Darah Rendah
Penyakit gula darah (diabetes) di dunia berdasarkan jumlah penderita, dari data International Diabetes Federation (IDF) Indonesia menduduki peringkat ke-4 di dunia yaitu 25,7 juta sekitar 10,3 % dari total penduduk Indonesia. Peringkat ke-1 Tiongkok, kemudian India, dan selanjutnya Amerika Serikat. Sedangkan prevalensi Diabetes di Dunia total penderita 537 juta (9,3% dari total populasi penduduk dunia).
Sejatinya kadar gula darah normal dapat bervariasi tergantung pada waktu dan kondisi tubuh. Kadar gula darah normal saat puasa, 70-100 mg/dL (3,9-5,5 mmol/L), 2 jam setelah makan yaitu kurang dari 140 mg/dL (7,8 mmol/L), dan gula darah sebelum tidur yaitu 100-140 mg/dL (5,5-7,8 mmol/L).
Lalu untuk kategori seseorang apakah sebagai penderita diabetes atau tidak acuannya kadar gula darah normal 70-100 mg/dL (3,9-5,5 mmol/L), prediabetes, 100-125 mg/dL (5,5-6,9 mmol/L), dan diabetes,126 mg/dL atau lebih (7 mmol/L atau lebih).
Lalu bagaimana kondisi saat gula darah seseorang rendah? Gula darah rendah disebut hipoglikemia. Gula darah rendah dapat menyebabkan berbagai gejala dan bahaya jika tidak segera diatasi.
Gejala awal penderita hipoglikemia yaitu gemetar pada tangan, kaki, atau seluruh tubuh, keringat dingin dan kulit yang terasa lembap, jantung berdebar atau denyut nadi yang cepat, pusing atau perasaan akan pingsan., serta perasaan lapar yang tidak biasa.
Kemudian gejala lanjutannya yaitu kesulitan berbicara atau berbicara yang tidak jelas, kesulitan berjalan atau berdiri, kehilangan kesadaran atau pingsan, dan kejang atau kejang-kejang.
Bahaya gula darah rendah jika tidak segera diobati yaitu kerusakan otak jika dibiarkan secara berkepanjangan. Selain itu dapat memicu kegagalan jantung dan yang terburuk dapat menyebabkan kematian.
Penanganan gula darah rendah yaitu konsumsi gula atau makanan yang mengandung gula, konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, mnum air yang cukup, istirahat yang cukup., dan konsultasi dengan dokter jika gejala gula darah rendah berlanjut.
Penting dilakukan pencegahan supaya gula darah tidak rendah yaitu makan secara teratur untuk menjaga kadar gula darah, konsumsi makanan seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, dan lemak, hindari puasa atau makan yang tidak teratur, olahraga teratur untuk menjaga kadar gula darah, serta knsultasi dengan dokter jika memiliki riwayat penyakit diabetes atau gangguan gula darah.
Sehat itu murah tetapi saat telah sakit menjadi mahal. Termasuk dengan kondisi gula darah. Sejatinya kita harus terus berusaha untuk terus menjaga kesehatan tubuh kita supaya bisa tetap produktif.
Referensi:
Dari berbagai sumber
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
