Sepak Bola Indonesia
Sepak bola merupakan olahraga sejuta umat. Olahraga yang banyak digandrungi seluruh kalangan. Begitu juga di Indonesia. Sebagai negara berpenduduk terbesar ke-4 di dunia setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat ekpektasi tinggi disematkan untuk berprestasi di bidang olahraga sikulit bundar ini. Ada candaan yang menyentiil masa iya dari sekitar 280 juta penduduk Indonesia tidak mampu memiliki timnas sepak bola yang mampu bersaing di level dunia.
Sebelum Indonesia berkiprah di sepak bola dunia sejatinya harus prestasi dulu di level regional, menjadi yang terbaik di regional Asia Tenggara, Asia, baru berbicara level dunia. Prestasi tersebut juga harus komprehensif untuk semua jenjang kompetisi yaitu kategori umur mulai dari U-17, U-20, U-23, dan timnas senior.
Membentuk timnas ternyata tidak semudah membalikan tangan. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Untuk menghasilkan suatu timnas yang berkualitas harus memperhatikan pembinaan secara berjenjang dan ditunjang oleh sarana dan prasarana olahraga si kulit bundar ini. Selain itu sokongan semua pihak apakah pemerintah maupun pihak swasta. Kompetisi harus dilakukan secara berjenjang, berkompetisi, dan mengasah kenampuan untuk meningkatkan skill dan kualitas permainan sepak bola ke luar negeri.
Saat negara membutuhkan akan lahir talenta-talenta berbakat untuk membela Garuda sesuai ajang kompetisi secara internasional. Bahkan saat kualitas terekpos bisa mendapatkan tawaran bermain sepak bola di luar negeri.
Indonesia secara histori sebagai negara bekas jajahan Belanda tidak menutup kemungkinan terjadi proses perkawinan dengan pribumi. Kemudian mereka menetap di Belanda. Sebagai negara maju, di Belanda sepak bola sudah dianggap sebagai industri. Klub-klub sepak bolanya sudah memiliki pembinaan secara berjenjang berdasarkan usia dan ada kompetisinya pula. Para pemain sepak bola keturunan Indonesia bermunculan dan bermain di benua biru Eropa.
Timnas Indonesia di bawah naungan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dari masa ke masa sarat akan dinamika. Mulai dari permasalahan kepemimpinan, dualisme kompetisi, intervensi pemerintah, belum lagi mafia bola. Jika hal tersebut terus terjadi tanpa ada perubahan menjadi organisasi yang lebih baik, kemajuan sepak bola Indonesia bisa hanya khayalan belaka.
PSSI yang sekarang menjabat menjadii tumpuan harapan. Terus berupaya untuk meningkatkan prestasi sepakbola Indonesia. Pembentukan tim secara berjenjang berdasarkan umur secara berkesinambungan dan saling mendukung serta adanya program naturalisasi mulai mendapatkan hasil. Semua timnas Indonesia masuk ke piala Asia. Bahkan timnas U-23 masuk ke semifinal piala Asia, nyaris menjadi tim olimpiade 2024. Untuk timnas senior berhasil masuk ke kualifikasi round ketiga piala dunia 2026 yang akan dilaksanakan di Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko tahun 2026 mendatang.
Drama kemudian terjadi pelatih kepala Timnas Indonesia Sin Tae Yong (STY) di berhentikan oleh PSSI di tahun 2025 padahal tinggal 4 laga pada kualifikasi piala dunia round ketiga dapat menentukan Indonesia lolos atau tidaknya ke piala dunia 2026. Alasan pemberhentian karena timnas yang dibangun dari unsur pemain naturalisasi semakin kompleks problematikanya. Sebagai solusi dan mewujudkan projek jangka panjang dipilihkan tim kepelatihan dari negara kincir angin. Bahkan bukan 1 pelatih melainkan sudah 4 pelatih dan masih berpotensi bertambah.
Terlepas dari semua dinamika tersebut mau dibawa kemana arah sepakbola Indonesia? Jawabannya sepakat menginginkan prestasi sepakbola Indonesia yang terbaik. Mencapai prestasi tertinggi menjadi peserta piala dunia untuk timnas senior dan kategori semua umur. Lagu Indonesia dapat berkumandang di dunia dan membuktikan bahwa sepakbola Indonesia sejajar dengan lain di dunia. Semoga
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
