LIBURAN RIHLAH ILMIAH GURU & KARYAWAN RAHMATUL ASRI KE PULAU JAWA H.8(T1119-T355)
Ditulis oleh Mursalim Nawawi
Di hari terakhir perjalanan Rihlah ilmiah Pondok Pesantren Modern Rahmatul Asri Enrekang di pulau Jawa, kegiatan hari ini masih diisi dengan wisata ke 3 tempat, yakni Monumen Nasional (Monas), Kota Tua, dan Pantai Indah Kapuk.
Usai sarapan pagi di lantai 8 hotel Maple yang terletak di area Grogol Jakarta barat, rombongan menaiki bus, dengan dipandu oleh mas Ragil dan mbak nega. Mulailah di cek kondisi dan jumlah peserta. Setelah komplit, mobil bus yang menemani perjalanan, mulai bergerak meninggalkan hotel, setelah check-out pada pihak hotel yang 2 malam kami tempati.
Terlihat jalanan jakarta yang mulus, dimana jalan grogol ternyata jalan antar provinsi yang tembus kabupaten Serang provinsi Banten. Terlihat pula universitas Trisakti, universitas Tarumanegara yang berada di sebelah kiri badan jalan. Bangunannya megah. Kampus ini terkenal saat terjadi tragedi di tahun 1998 saat Reformasi digencarkan oleh pihak mahasiswa.
Di atas bus, mas ragil, menceritakan sejarah berdirinya Monas saat zaman pemerintahan soekarno. untuk mengenang jasa pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Dibuatlah Sayembara pembuatan gambar monas di tahun 1970-an. Sayembara itu dimenangkan oleh seorang warga prancis. Namun gambar tersebut di beri masukan oleh sukarno harus ada model Lingga (alat kelamin laki-laki) dan yoni kelamin perempuan seperti cerita kejawen.
Lingga yang ditempatkan di atas yoni merupakan lambang penyatuan antara Dewa Siwa dan Dewi Parwati. Lalu dibuatlah tugu dengan jilatan api membara di puncak sebagai simbol semangat membara 72 kg emas.
Peserta pun terkagum dengan berdiri kokohnya Monas di jantung kota jakarta. Saat rombongan datang, banyak pula pengunjung berdatangan di Monas. Sama dengan kami mereka pun ingin memanfaatkan masa liburan dengan mengunjungi Monumen nasional sebagai bangunan bersejarah bangsa Indonesia.
Selain berfoto selfie, di pelataran Monas banyak dijajakan oleh-oleh baju dan cinderamata berbau Monas serta kuliner Jakarta. Tentunya waktu dan kesempatan ini tak disia-siakan oleh rombongan untuk berbelanja oleh-oleh atau menyantap dan minum kuliner khas Jakarta.
3 jam kunjungan di Monas terasa tak cukup bagi rombongan. Mereka ingin berlama-lama ditempat ini. Namun karena waktu wisata rihlah ilmiah tinggal hari ini saja, maka peserta lalu dikumpulkan untuk di bawa berkunjung ke kota tua.
Bagaimana kisah perjalanan Rihlah ilmiah di ibukota Jakarta hari 2 sebagai kota terakhir perjalanan di kot tua dan PIK 2 akan dilaporkan esok hari.
Bersambung...
Demikian yang dapat dituliskan, semoga bermanfaat.
Salam liburan, #MNGBC
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
