LIBURAN RIHLAH ILMIAH GURU & KARYAWAN RAHMATUL ASRI KE PULAU JAWA H.8(T1120)
Ditulis oleh Mursalim Nawawi
Di tulisan edisi 2 di hari terakhir perjalanan Rihlah ilmiah Pondok Pesantren Modern Rahmatul Asri Enrekang di pulau Jawa, setelah mengunjungi Monas dilanjutkan wisatanya ke kota tua.
Namun untuk mencapai kota tua dari taman mini dapat ditempuh menggunakan banyak jenis alat transportasi yang ada di ibukota. Bus rombongan mulai bergerak ke kota tua, dan di sepanjang perjalanan mas ragil selalu tour guide tak lupa memperkenalkan bangunan bersejarah dan vital yang ada di kiri kanan jalan yang kami lewati.
Diperkenalkanlah Markas paspampres yang berada di wilayah ring 1, pasar lenggang, Gereja katedral, Istiqlal, pasar baru yang ada di jakarta pusat.
Di Jakarta Utara terlihat wisata dunia fantasi(Dufan), Mangga dua square, WTC mangga dua, taman impian jaya Ancol,
tak lupa pula mas Ragil menjelaskan tentang Kota tua yang berjarak 1-2 km pelabuhan Sunda Kelapa. Saat penjajahan VOC, dibangunlah pusat pemerintahan yang sekarang dikenal dengan alun alun fatahillah.
Terlihat puluhan bangunan tua dengan arsitektur Belanda yang megah pada masanya dan masih berdiri sampai sekarang. Pemerintah DKI Jakarta tetap merawat dan melindungi bangunan tua tersebut sebagai Cagar budaya sehingga kawasan ini di beri nama kota tua.
Saat memasuki kota tua, pengunjung tak kalah padatnya dengan di Monas, sangat ramai, pengunjung bisa bersepeda ontel, berkeliling kawasan Kota tua, ada spot foto bersama noni Belanda dan patung pejuang, gedung Perdagangan VOC masih nampak kokoh berdiri. 1,5 jam kunjungan di sini.
Saat pulang terlihat jembatan kota intan yang saat itu bisa buka tutup jika ada kapal perdagangan yang lewat di kota tua. Perjalanan pun dilanjutkan ke Pantai indah kapuk (PIK) tanggerang yang searah bandara cengkareng Banten.
Saat memasuki kawasan Pantai indah kapuk yang merupakan pulau reklamasi, yang dibangun oleh agung podomoro group, sedayu 9 naga reklamasi pantai betul terlihat, rumah rumah disini terlihat mewah di atas 2 milyar per unit. Terlihat pula beberapa tempat wisata seperti the heart of seaside paradise, fauna land safari sehingga Pantai indah kapuk dijuluki the new Jakarta city.
Sayang rombongan tak bisa menikmati wisata ditempat ini, karena lamanya macet dan waktu ke bandara yang semakin mepet, akhirnya rombongan putar balik menuju cengkareng melalui jalan utama. Disini terlihat patung jenderal besar sudirman, dan bapak proklamator sukarno-hatta yang berdiri kokoh di kawasan PIK 2.
45 menit perjalanan, sampailah rombongan di pintu Tol cengkareng, begitu sampai terlihat bandara sukarno hatta yang megah, barang pun diturunkan keatas troly dan dibawa memasuki area check-in pesawat. Sriwijaya air menjadi pilihan penerbangan malam rombongan yang akan berangkat ke Makassar tepat jam 22.00 malam.
Tak sampai dua jam perjalanan menggunakan burung besi akhirnya rombongan mendarat di bandara Sultan Hasanuddin makassar, dan bus jemputan pun sudah siap mengantarkan peserta rihlah ilmiah sampai ke enrekang sebagai tujuan terakhir perjalanan rihlah tahun ini.
Bagaimana kisah unik Rihlah ilmiah di beberapa tempat kunjungan di pulau jawa akan di ceritakan esok hari.
Bersambung...
Demikian yang dapat dituliskan, semoga bermanfaat.
Salam liburan, #MNGBC
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
