Sebuah Puisi 'MELODI RINDU DALAM GERIMIS MALAM' (T1146)
Karya GBC
**
Di gerimis yang merayap di malam yang sunyi,
Rindu menjelma dalam setiap tetes yang jatuh perlahan,
Seolah melodi kerinduan memainkan lagu diam,
Aku memandang langit, bertanya-tanya tentangmu.
**
Pada kesejukan gerimis yang menari-nari,
Ingatan kita berdua menari dalam bayang-bayang malam,
Wajahmu terlukis dalam benakku seperti lukisan,
Dan hati ini, bagai merpati, terbang mencari tempatnya.
**
Gerimis menyapa jendela dengan lembut,
Seperti sentuhan bibirmu yang meninggalkan jejak manis,
Oh, betapa hati ini berdebar dalam kerinduan,
Menciptakan puisi cinta di antara tetes-tetes yang turun.
**
Pelukanmu terasa dalam embusan angin gerimis,
Seakan kamu ada di sini, meski jarak memisahkan,
Di bawah payung kenangan, kita berdansa,
Rindu ini memburu, melintasi gerimis malam.
**
Dalam gemuruh hujan yang memukul atap rumah,
Aku merindukan cerita kita, tertuang dalam kata,
Setiap butir gerimis adalah kata-kata yang terucap,
Mengisahkan cinta yang terjalin dalam hujan dan rindu.
**
Begitu panjang kisah ini, seperti aliran gerimis yang tak kunjung usai,
Rindu ini melintasi waktu, seiring dengan setiap jatuhnya tetes air,
Dan di balik gerimis yang membasahi bumi,
Hatiku berkata, "Aku rindu padamu, di setiap detik dan gerimis yang turun."
**
Sidrap, 31 Januari 2024,
MN-GBC
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
