Mursalim Nawawi, S. Pd. M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Sebuah Puisi 'RINDU TERTAHAN' (T1142)
Rindu yang tertahan

Sebuah Puisi 'RINDU TERTAHAN' (T1142)

Karya GBC

**

Di antara sepi malam yang sunyi,

Rindu memetik senandung yang merdu.

Terhenti dalam relung hati yang sunyi,

Tertahan dalam kisah cinta yang terjalin.

**

Kenangan bersama menjadi benang merah,

Melilit erat, tak terlepaskan oleh waktu.

Seperti puisi yang tergores di langit malam,

Rindu mengalun dalam irama yang terpaut.

**

Jauh di sana, di lorong-lorong waktu,

Cinta kita menjadi pelangi yang tak pudar.

Namun, rindu ini terjebak dalam detik,

Seperti kisah yang terhenti di babak tertentu.

**

Hening malam menyaksikan kerinduan,

Seakan bintang-bintang pun berkisah.

Tapi, kita terpisah oleh jarak dan waktu,

Seakan rindu ini menjadi puisi yang tak terucap.

**

Dalam diam, hati ini merindukanmu,

Tertahan oleh kerinduan yang teramat dalam.

Namun, bersama bayangmu, aku mengarang,

Puisi panjang tentang rindu yang tak terhapus.

****

Sidrap, 28 Januari 2024, MN-GBC

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post