'KEUTAMAAN DAN HUKUM MAKAN SAHUR' (T1186)
Ditulis oleh GBC
Dalam perjalanan spiritualitas yang kita lalui, Alhamdulillah umat Islam telah memasuki bulan suci Ramadan dengan penuh kekhusyukan. Ramadan, sebuah periode berkah yang penuh keberkahan, memberikan kesempatan luar biasa untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Saat akan berpuasa selalu diawali oleh niat, dan diiringi oleh sahur sebelum adzan subuh dikumandangkan
Sahur, sebuah moment bersejarah yang terjalin sebelum terbit fajar, menciptakan sentuhan magis di hati setiap orang yang menjalani ibadah puasa.
Makan sahur merupakan salah satu tradisi penting bagi umat Islam selama bulan Ramadan. Tidak hanya menjadi sarana untuk menjaga kesehatan tubuh, sahur juga memiliki keutamaan dan hukum tersendiri dalam ajaran Islam.
Dalam sorotan waktu sejenak, kita mencoba menggali keutamaan dan hukum makan sahur, menyusuri jalur yang ditinggalkan oleh Nabi Muhammad SAW, seorang pionir spiritualitas yang menyinari jalan bagi umatnya
Keutamaan Makan Sahur:
1. Mendapatkan Berkah:
Makan sahur menjadi satu ritual yang lebih dari sekadar tindakan makan. Ia adalah sepak terjang spiritual yang membawa umat Islam menuju kesucian diri. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, "Sahur adalah berkah, janganlah kalian tinggalkan walaupun hanya dengan meneguk air." (HR. Ahmad) Keberkahan ini meliputi kelancaran ibadah dan rejeki di sepanjang hari.
2. Menyelamatkan Diri dari Kelaparan dan Dahaga:
Sahur memberikan kekuatan fisik untuk menahan lapar dan haus selama berpuasa. Dengan memakan sahur, umat Islam dapat menjalankan puasa dengan lebih ringan dan optimal.
3. Meneladani Tradisi Rasulullah SAW:
Nabi Muhammad SAW sendiri sangat menekankan pentingnya sahur. Beliau bersabda, "Sahur adalah berkah yang tidak boleh ditinggalkan, maka sekecil-kecilnya sahur hendaklah dengan meneguk air." (HR. Ibnu Hibban)
4. Mendekatkan Diri pada Sunnah:
Melaksanakan sahur merupakan amalan yang dianjurkan oleh sunnah Rasulullah. Dengan mempraktikkan sahur, umat Islam dapat mendekatkan diri pada tuntunan kehidupan Nabi sebagai contoh utama.
Hukum Makan Sahur:
Mengapa banyak orang melaksanakan sahur?, Tentu ada yang ingin mereka capai, dan tentu kebiasaan ini telah dicontohkan Nabiullah Muhammad SAW. Berikut hukumnya:
1. Sunah Muakkad:
Makan sahur memiliki status hukum sunah muakkad, yang artinya sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Rasulullah SAW menjalankan sahur secara rutin, dan umat Islam dianjurkan untuk mengikuti jejak beliau.
2. Mengoptimalkan Ibadah Puasa:
Sahur membantu umat Islam menjalankan ibadah puasa dengan lebih baik. Dengan makan sahur, seseorang dapat menjaga kekuatan tubuh dan fokus dalam menjalankan ibadah sepanjang hari.
3. Berbeda dengan Imsak:
Hukum sahur berbeda dengan imsak, yang merupakan batas waktu terakhir sebelum masuk waktu puasa. Sahur dapat dilakukan sepanjang waktu yang masih memungkinkan hingga sebelum imsak.
Melalui keutamaan dan hukum yang terkandung dalam makan sahur, umat Islam diharapkan dapat memaknai bulan Ramadan dengan penuh keberkahan dan kekhusyukan dalam menjalankan ibadah puasa.
Makan sahur bukan hanya sekadar tradisi, melainkan sebuah amalan yang diwariskan oleh Rasulullah SAW untuk memberikan berkah dalam setiap langkah perjalanan ibadah Ramadan.
Demikian yang dapat dituliskan, semoga bermanfaat
Selamat menjalankan ibadah puasa, #MNGBC
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
