Mursalim Nawawi, S. Pd. M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
SEBUAH CERITA PENDEK  'ALLAHU AKBAR!! PERTEMUAN DUA SAHABAT DI TANAH SUCI' (T.1292)
Tak ada yang mengatur pertemuan ini selain Allah SWT.

SEBUAH CERITA PENDEK 'ALLAHU AKBAR!! PERTEMUAN DUA SAHABAT DI TANAH SUCI' (T.1292)

Di tulis oleh GBC,

Di bawah terik matahari musim haji, ribuan jamaah bergerak di sepanjang jalan-jalan Mekkah. Di antara lautan manusia itu, tampak dua sosok yang begitu akrab bagi mereka yang mengenal Pesantren Rahmatul Asri di Enrekang. Adhan Darwis, seorang alumni yang sedang menunaikan ibadah haji tahun ini, dan Muhammad Yusuf, temannya yang kini menimba ilmu di Universitas Islam Madinah.

Adhan berjalan pelan, menelusuri jejak para jamaah yang memadati Masjidil Haram. Ia baru saja menyelesaikan tawaf dan sekarang mencari tempat untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan ibadah berikutnya. Dengan wajah yang berkilau karena kebahagiaan dan semangat, Adhan merasakan kedamaian yang luar biasa di tanah suci ini. Di tengah keramaian, tiba-tiba ia mendengar suara yang sangat dikenalnya.

"Adhan! Adhan Darwis!" Suara itu lantang dan penuh kegembiraan. Adhan menoleh dan melihat Muhammad Yusuf yang sedang melambaikan tangan dari kejauhan. Senyum lebar menghiasi wajahnya.

"Yusuf! Subhanallah, tidak kusangka kita bisa bertemu di sini!" Adhan bergegas menghampiri temannya. Keduanya berpelukan erat, melepaskan rindu yang telah lama terpendam.

"Alhamdulillah, Adhan. Aku sangat senang bisa bertemu denganmu di sini. Bagaimana kabarmu? Bagaimana perjalanan hajimu?" tanya Yusuf dengan antusias.

"Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Ini benar-benar pengalaman yang luar biasa. Bagaimana denganmu, Yusuf? Bagaimana kuliahmu di Madinah?" jawab Adhan dengan semangat yang tak kalah.

"Alhamdulillah, kuliahku berjalan baik. Tetapi bertemu dengan sahabat lama di tanah suci ini benar-benar anugerah yang luar biasa. Mari kita duduk dan bercerita lebih banyak," ajak Yusuf.

Mereka berdua kemudian mencari tempat yang lebih tenang di sekitar Masjidil Haram. Duduk bersama, mereka mulai bercerita tentang pengalaman masing-masing. Adhan menceritakan perjalanan hajinya, mulai dari persiapan di kampung halaman, perjalanan ke Mekkah, hingga pelaksanaan wukuf di Arafah. Sementara itu, Yusuf berbagi cerita tentang kehidupannya sebagai mahasiswa di Madinah, pelajaran-pelajaran yang ia dapat, dan bagaimana ia merindukan tanah air serta teman-teman di pesantren.

Waktu berlalu begitu cepat ketika dua sahabat ini saling berbagi cerita. Di tengah keramaian Mekkah, mereka merasakan kedekatan yang hangat, seperti masa-masa di pesantren dulu. Kebahagiaan terpancar dari wajah mereka, menandakan betapa berarti pertemuan ini bagi keduanya.

Di akhir pertemuan, Adhan dan Yusuf berdoa bersama, memohon kepada Allah agar selalu diberikan kemudahan dan keberkahan dalam setiap langkah mereka. Mereka berjanji untuk tetap saling mendukung dan menjaga silaturahmi, meskipun terpisah oleh jarak.

Pertemuan di tanah suci itu menjadi kenangan indah yang akan selalu mereka ingat. Di tempat yang penuh berkah ini, persahabatan mereka semakin erat, dipersatukan oleh cinta dan keimanan yang sama.

Semoga bermanfaat, Salam GBC

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post