Mursalim Nawawi, S. Pd. M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
SEBUAH CERPEN RELIGI 'SANG PENDAKI DAN PANGGILAN MASJID' (T.1322)
Pemandangan alam itu memang indah, tapi lebih Damai dan tenteram sholat di mesjid kala azan sudah di kumandangkan

SEBUAH CERPEN RELIGI 'SANG PENDAKI DAN PANGGILAN MASJID' (T.1322)

Ditulis oleh MN_GBC,

Di sebuah desa kecil yang dikelilingi pegunungan, hiduplah seorang pemuda bernama Arif. Arif dikenal sebagai pendaki yang tangguh dan tak kenal lelah. Hampir setiap akhir pekan, dia mendaki gunung-gunung yang menjulang tinggi di sekitar desanya. Tak peduli seberapa terjal atau sulit medannya, Arif selalu berhasil mencapai puncak dengan semangat dan ketekunan yang luar biasa.

Namun, ada satu hal yang membuat Arif berbeda dari pemuda lain di desanya. Meskipun dia begitu kuat dan bersemangat dalam mendaki gunung, Arif seringkali enggan untuk pergi ke masjid yang hanya berjarak beberapa langkah dari rumahnya.

Setiap kali azan berkumandang, orang tuanya selalu mengingatkan Arif untuk segera pergi shalat berjamaah di masjid. Tapi Arif selalu punya alasan untuk tidak pergi. Kadang dia berkata terlalu lelah, kadang merasa ada hal lain yang lebih penting untuk dilakukan.

Suatu hari, seorang sahabat Arif, Hasan, yang juga seorang pendaki dan rajin ke masjid, merasa prihatin dengan kebiasaan Arif. Hasan memutuskan untuk mengajak Arif mendaki bersama, dengan harapan bisa berbicara dari hati ke hati selama perjalanan.

"Pemandangan di puncak kali ini pasti indah sekali, Arif," kata Hasan saat mereka mulai mendaki. "Tapi tahukah kamu, ada sesuatu yang lebih indah dari pemandangan di puncak gunung?"

Arif terkejut mendengar pertanyaan itu. "Apa itu, Hasan?" tanyanya penasaran.

"Rasa tenang dan damai saat kita beribadah di rumah Allah," jawab Hasan dengan penuh keyakinan. "Shalat berjamaah di masjid memberikan kita kekuatan rohani yang jauh lebih besar daripada kekuatan fisik yang kita dapat dari mendaki gunung."

Arif terdiam, merenungi kata-kata sahabatnya. Sepanjang perjalanan mendaki, Hasan terus berbicara tentang keutamaan shalat berjamaah dan betapa pentingnya memenuhi panggilan Allah. Perlahan-lahan, Arif mulai menyadari bahwa selama ini dia telah mengabaikan sesuatu yang sangat berharga.

Setelah mereka mencapai puncak dan menikmati keindahan alam, Hasan mengajak Arif untuk berdoa bersama di sana. Arif merasa hatinya tersentuh dan mulai merasakan kedamaian yang sebelumnya belum pernah dia rasakan. Ketika mereka turun gunung, Arif berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak lagi mengabaikan panggilan masjid.

Sejak hari itu, Arif mulai rajin ke masjid untuk shalat berjamaah. Dia menemukan bahwa kekuatan rohani yang dia dapatkan dari beribadah membuatnya lebih kuat dan lebih bersemangat dalam menjalani hidup. Meskipun mendaki gunung tetap menjadi hobinya, Arif kini memahami bahwa mendaki menuju ketinggian spiritual melalui shalat berjamaah adalah petualangan yang jauh lebih bermakna.

Pesan moral: Tidak ada yang lebih indah dari kedamaian dan kekuatan yang kita dapatkan melalui ibadah kepada Allah. Menghadiri panggilan-Nya di masjid adalah bentuk ketaatan yang membawa berkah dan ketenangan jiwa.

Semoga cerita ini bermanfaat, Salam #MN_GBC

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post