Mursalim Nawawi, S. Pd. M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
SEBUAH CERPEN RELIGI 'JALAN PAK HAJI KE MASJID' T. 1484

SEBUAH CERPEN RELIGI 'JALAN PAK HAJI KE MASJID' T. 1484

Ditulis oleh MNGBC

Di sebuah desa yang asri, terdapat seorang pria sepuh yang dikenal dengan sebutan Pak Haji. Ia selalu mengenakan sarung dan sorban merah, menandakan kesederhanaan dan keteguhan imannya. Setiap waktu salat tiba, langkahnya pasti menuju satu tujuan: masjid yang jaraknya lebih dari 3 kilometer dari rumahnya.

Jalan menuju masjid tidaklah mudah. Pak Haji harus melewati pematang sawah yang sempit, sering kali becek setelah hujan. Kadang-kadang, lumpur menempel di sandalnya, dan angin dingin menyapa tubuh tuanya. Tapi tidak ada keluhan dari bibirnya, hanya senyuman tipis dan doa dalam hati, "Ya Allah, kuatkan hamba untuk terus menuju rumah-Mu."

Suatu hari, seorang pemuda dari desa itu melihat Pak Haji berjalan dengan tenang di pematang sawah. Pemuda itu tertegun. Ia tahu betapa jauhnya perjalanan itu, apalagi bagi seseorang yang sudah sepuh seperti Pak Haji. Dengan rasa penasaran, ia bertanya, "Pak Haji, kenapa tidak salat di rumah saja? Bukankah itu juga sah?"

Pak Haji berhenti sejenak, menatap pemuda itu dengan lembut. "Nak, salat di rumah memang sah, tapi pahala salat berjamaah di masjid itu 27 kali lipat lebih besar. Setiap langkah yang kita ambil menuju masjid, Allah catat sebagai kebaikan, menghapus dosa-dosa kita, dan menaikkan derajat kita."

Pemuda itu terdiam, merenungi jawaban Pak Haji. Melihat pemuda itu termenung, Pak Haji melanjutkan, "Jika kita mampu berjalan ke pasar untuk mencari rezeki, kenapa tidak melangkah ke masjid untuk mencari ridha-Nya? Usia boleh menua, Nak, tapi semangat untuk mendekat kepada Allah tidak boleh pudar."

Keesokan harinya, pemuda itu memutuskan untuk menemani Pak Haji berjalan ke masjid. Perjalanan yang tadinya ia anggap sulit, berubah menjadi perjalanan penuh makna. Ia mulai merasakan kehangatan iman di setiap langkahnya, menyadari bahwa setiap perjuangan kecil untuk mendekat kepada Allah adalah bentuk cinta dan ketaatan.

Cerita tentang Pak Haji menyebar ke seluruh desa, menjadi inspirasi bagi banyak orang. Kini, pematang sawah yang tadinya sepi sering dilewati oleh jamaah lain yang mengikuti jejak Pak Haji. Masjid desa itu pun menjadi lebih ramai dari sebelumnya, dan doa-doa berjamaah yang khusyuk menggema hingga ke langit.

Pesan Moral: Salat berjamaah di masjid bukan sekadar ritual, tapi juga bentuk perjuangan untuk mendekat kepada Allah. Setiap langkah yang kita ambil adalah bukti cinta kita kepada-Nya. Seperti Pak Haji, marilah kita jadikan perjalanan ke masjid sebagai perjalanan penuh berkah dan pahala.

Demikian ceritanya, semoga bermanfaat

Salam #MN_GBC

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post