Mursalim Nawawi, S. Pd. M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
SEBUAH CERPEN ROMANTIS 'MENANTI KEPASTIAN' (T. 1471)

SEBUAH CERPEN ROMANTIS 'MENANTI KEPASTIAN' (T. 1471)

Karya MNGBC

Aku dan Andi sudah berpacaran selama lima tahun. Kami bertemu di kampus, dan cinta kami tumbuh dengan cepat. Semua orang mengira kami adalah pasangan yang sempurna. Tapi, ada satu hal yang mengganggu pikiranku: Andi tidak pernah berbicara tentang masa depan kami.

Hari-hari berlalu, dan aku semakin merasa tidak sabar. Aku ingin tahu apakah Andi serius dengan hubungan kami atau hanya ingin menikmati waktu bersama tanpa komitmen. Aku mencoba membicarakan hal ini dengan Andi, tapi dia selalu mengelak dengan senyum dan kata-kata manis.

Suatu malam, aku tidak bisa menahan perasaanku lagi. Aku meminta Andi untuk bertemu di taman tempat kami pertama kali bertemu.

"Aku tidak bisa menunggu terus, Andi," kataku dengan suara bergetar. "Aku ingin tahu apa yang kamu inginkan dari hubungan kami. Apakah kamu serius ingin melamarku atau hanya ingin bersenang-senang?"

Andi terdiam, memandangku dengan mata yang penuh kebingungan. Aku merasa hati aku hancur, karena aku pikir dia tidak akan pernah menjawab pertanyaanku.

Tapi, Andi kemudian berbicara dengan suara yang lembut. "Aku tidak sadar bahwa kamu merasa begitu. Aku mencintaimu, dan aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu. Tapi, aku takut gagal dan tidak ingin mengecewakanmu."

Aku merasa lega dan sedih bersamaan. Lega karena Andi akhirnya berbicara tentang perasaannya, tapi sedih karena dia masih ragu-ragu.

"Aku tidak ingin kamu takut," kataku. "Aku ingin kita berjuang bersama. Tapi, aku perlu kepastian dari kamu. Beri aku waktu enam bulan. Jika kamu tidak melamarku dalam waktu itu, aku akan pergi."

Kesimpulan

Enam bulan berlalu, dan aku menunggu dengan sabar. Suatu hari, Andi datang ke rumahku dengan bunga dan cincin. "Aku tidak bisa hidup tanpamu," katanya. "Aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu."

Aku menangis bahagia, dan kami akhirnya menikah setahun kemudian. Aku belajar bahwa kepastian cinta tidak selalu datang dengan mudah, tapi dengan kesabaran dan kejujuran, kita bisa menemukan apa yang kita cari.

Pesan Moral

1. Komunikasi yang terbuka sangat penting dalam hubungan.

2. Kesabaran dan kejujuran dapat membawa kita kepada kepastian cinta.

3. Jangan takut untuk mengekspresikan perasaan dan keinginanmu.

Demikian ceritanya, semoga berkesan

Salam #MN_GBC

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post