Sebuah Puisi Kerinduan 'RINDU TAK TERBATAS WAKTU' T. 1508
Sebuah Puisi Kerinduan (10)
Karya Mursalim Nawawi Chaling Gbc
Di pelukan malam, rindu bergelayut,
Membawa bayangmu dalam setiap larut.
Ibu, namamu kusimpan di hati,
Abadi meski waktu terus berganti.
Wajahmu hadir di sela doa suci,
Dalam setiap sujud, kucari arti.
Meski jarak membentang tak kasat mata,
Kasihmu tetap hidup, tak lekang masa.
Aku berjalan di bawah langit kelam,
Menggenggam kenangan yang tak pernah padam.
Ibu, suara lembutmu masih membimbing,
Walau kini hanya lewat angin yang hening.
Rinduku tak terukur, tak berbatas waktu,
Mengalir seperti sungai yang biru.
Setiap detik adalah panggilan hati,
Untuk bertemu, meski dalam mimpi.
Doaku terbang ke surga yang jauh,
Menyentuh takhta Tuhan dengan penuh keluh.
Ibu, semoga damai selalu bersamamu,
Di tempat cahaya abadi menyambutmu.
Waktu mungkin memisahkan raga,
Namun cinta ini tak akan sirna.
Ibu, tunggu aku di pintu surga,
Hingga rindu ini akhirnya berujung bahagia.
Sidenreng Rappang, 21 Januari 2024
Salam rindu buatmu ibu
#MN_GBC #MNGBC
#ibu #mama #puisi #sajak #rindu #keren #fbpro #sorotan #pengikut #publik
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
