Mursalim Nawawi, S. Pd. M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Sebuah Cerpen Persahabatan lintas Negara 'Jembatan Dua Hati'  T. 1594

Sebuah Cerpen Persahabatan lintas Negara 'Jembatan Dua Hati' T. 1594

Oleh: Mursalim Nawawi

Di balik layar ponsel yang sederhana, dua orang dari dunia yang berbeda dipertemukan oleh percakapan singkat di sebuah forum diskusi Islam. Satu dari Mekah, tanah suci yang selalu dirindukan umat Muslim di seluruh dunia. Satunya lagi dari tanah subur Indonesia, negeri kepulauan yang kaya budaya dan tradisi.

Namanya Muhammad, pria Arab yang tinggal tak jauh dari Masjidil Haram. Sementara dari Indonesia, ada Fadli, seorang guru yang gemar berdiskusi dan bertukar wawasan. Mereka awalnya hanya saling menyapa dengan kalimat-kalimat penuh adab, lalu berkembang menjadi diskusi hangat tentang keimanan, keluarga, hingga kehidupan.

Waktu berjalan, dan hubungan mereka semakin dekat. Tak ada ambisi atau niat tersembunyi hanya ketulusan yang menyatukan mereka dalam persahabatan yang unik. Hingga pada suatu hari, Fadli menulis pesan yang membuat hati Muhammad bergetar:"

Akh, aku akan menunaikan umrah bulan depan. Aku ingin menemuimu."

Muhammad hampir menjatuhkan ponselnya saat membaca itu. “Allahu akbar,” gumamnya pelan, lalu membalas dengan cepat, “Datanglah, saudaraku. Rumahku rumahmu.”

Hari yang dijanjikan pun tiba. Bandara King Abdul Aziz sore itu hangat dan sibuk seperti biasa. Di tengah kerumunan, Muhammad memeluk Fadli erat-erat seolah melepas rindu yang bertahun-tahun tertahan. “Selamat datang, Fadli. Ini bukan mimpi, kan?” katanya sambil tertawa haru.

Selama berada di Mekah dan Madinah, Fadli tidak hanya merasa sebagai tamu. Ia diperlakukan seperti saudara kandung. Muhammad menemaninya tawaf, sa’i, bahkan menyuapinya kurma ajwa di Masjid Nabawi. Ia membawakan Fadli kopi Arab setiap pagi dan mengenalkannya pada keluarganya.

Sebelum pulang, Muhammad menyerahkan sebuah bingkisan besar berisi sajadah halus, parfum misyk, kurma terbaik, dan sebuah tasbih ukiran tangan. “Benda-benda ini fana,” ucapnya lembut, “tapi persahabatan kita abadi, insyaAllah.”

Fadli tak mampu berkata apa-apa. Hanya mata yang basah dan pelukan yang menyampaikan semua rasa.

Tiga tahun kemudian, giliran Muhammad mengunjungi Indonesia. Tujuannya: Bali.

Fadli menyambutnya di Bandara Ngurah Rai dengan batik terbaik yang ia punya dan senyum selebar mentari sore. “Selamat datang di negeriku, saudaraku. Hari ini, aku gantian melayanimu.”

Mereka menyusuri Ubud, bermain ombak di Kuta, menikmati matahari terbenam di Tanah Lot. Muhammad terpesona, bukan hanya oleh alamnya, tetapi oleh keramahan dan ketulusan yang ia rasakan setiap hari dari Fadli dan keluarganya.

“Negerimu seperti surga kecil,” kata Muhammad suatu malam di tepi pantai. “Dan engkau, wahai Fadli, penjaga pintunya.”

Hari perpisahan kembali datang. Kali ini lebih berat. Tapi mereka tahu, ini bukan akhir. Persahabatan mereka telah menyeberangi batas budaya, bahasa, bahkan benua.

Di ruang tunggu bandara, mereka saling menggenggam tangan dan berjanji, “Kita akan tetap bersahabat. Hingga rambut memutih dan dunia berubah. Karena apa yang telah Allah satukan, tidak akan dipisahkan oleh waktu.”

Dan saat pesawat Muhammad lepas landas menuju barat, Fadli berdiri menatap langit, sambil membatin:

"Ternyata, tak perlu satu bahasa atau satu tanah air untuk menjadi saudara. Cukup dua hati yang saling percaya dan cinta yang tulus, maka dunia pun menjadi sempit bagi sahabat sejati."

Demikian yang bisa di ceritakan, semoga menginspirasi

Salam persahabatan, #MNGBC

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post