Sebuah Puisi 'ELEGI RAMADAN' (T.1582)
Karya Mursalim Nawawi Chaling Gbc
**
Ramadan pergi, meninggalkan rindu,
Sepi terasa, sunyi mendayu,
Doa teruntai, harap terpadu,
Menanti syurga, janji terbayang.
**
Hilal telah sirna, bintang berlalu,
Waktu berganti, kenangan terukir,
Tahajud sunyi, kini tertinggal,
Rasa syukur, tetap terpatri.
**
Kasih Ramadan, terasa begitu dekat,
Dalam sanubari, terukir abadi,
Amal terpatri, pahala berlipat,
Menanti kembali, di waktu yang nanti.
**
Suara tadarus, mengalun syahdu,
Menyentuh kalbu, penuh kerinduan,
Berbuka puasa, bersama keluarga,
Kini tinggal kenangan, nan indah.
**
Aroma surga, masih tercium harum,
Dari setiap sujud, setiap i'tikaf,
Menyisakan rindu, yang tak terukur,
Menanti Ramadan, kembali menyapa.
**
Walau telah pergi, Ramadan tercinta,
Namun kenanganmu, tetap terjaga,
Dalam jiwa raga, penuh cinta,
Menanti bertemu, di waktu yang tepat.
**
Sidenreng Rappang, 10 04 2025 Salam silaturrahmi #MNGBC #MN_GBC
#puisi #sajak #sastra #religi #islam #islami #ramadhan #ramadan #puasaramadhan #puasaramadan
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
