Mursalim Nawawi, S. Pd. M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Aib Tersembunyi di Balik Syahadat Muslim yang Malas Belajar Agama(T.1685)

Aib Tersembunyi di Balik Syahadat Muslim yang Malas Belajar Agama(T.1685)

Ditulis oleh MNGBC

Kita semua meyakini kalimat syahadat, dua kalimat suci yang menjadi pondasi keislaman kita: “Asyhadu an laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadan rasulullaah.” Namun, pengakuan lisan ini semata tak cukup.

Islam bukanlah sekadar label yang melekat, melainkan komitmen hati dan tindakan nyata yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Ironisnya, di tengah masyarakat muslim yang mayoritas, kita sering menemukan fenomena yang memprihatinkan: mereka mengaku muslim, namun malas belajar agamanya dan enggan mengikuti kegiatan keagamaan seperti pengajian.

Keengganan untuk mendalami agama seringkali berakar pada kemalasan dan kurangnya kesadaran akan pentingnya ilmu agama. Padahal, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Thaha ayat 114:

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.”

Ayat ini menekankan betapa pentingnya kita untuk selalu menambah ilmu pengetahuan, termasuk ilmu agama, agar kita tidak terjerumus ke dalam kebodohan dan kesesatan.

Kehidupan modern yang serba cepat dan praktis seringkali menjadi alasan untuk menunda atau bahkan mengabaikan kewajiban belajar agama. Padahal, Rasulullah SAW bersabda: “Mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah). Hadits ini menunjukkan bahwa menuntut ilmu agama adalah kewajiban bagi setiap muslim, bukan sekadar anjuran. Ilmu agama bukan hanya untuk dipelajari di bangku sekolah atau pesantren, melainkan juga harus terus dipelajari sepanjang hayat.

Selain malas belajar, banyak pula yang enggan mengikuti pengajian. Padahal, pengajian merupakan sarana yang efektif untuk menambah ilmu agama, mendapatkan motivasi, dan mempererat ukhuwah islamiyah. Dalam pengajian, kita dapat belajar dari para ulama dan kyai, mendapatkan pencerahan, dan memperbaiki akhlak. Keengganan mengikuti pengajian menunjukkan kurangnya kesadaran akan pentingnya berjamaah dan saling mendukung dalam kebaikan.

Mereka yang malas belajar agama dan enggan mengikuti pengajian, sebenarnya tengah menipu diri sendiri. Mereka mengabaikan kewajiban yang telah Allah SWT tetapkan, yaitu menuntut ilmu dan beribadah kepada-Nya. Mereka kehilangan kesempatan untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.

Akibatnya, kehidupan mereka menjadi hampa dan kehilangan arah. Mereka mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif, dan sulit untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Mereka hidup tanpa pedoman, tanpa arah yang jelas. Ini merupakan kerugian besar yang tak ternilai harganya.

Oleh karena itu, marilah kita renungkan kembali komitmen kita sebagai seorang muslim. Marilah kita perbaiki diri dan tingkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita dengan rajin belajar agama dan mengikuti pengajian. Jangan sampai kita hanya mengaku muslim, tetapi lalai dalam menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah dan petunjuk kepada kita semua. Amin.

Demikian yang bisa dituliskan, semoga bermanfaat

Salam, #MN_GBC

#belajar #ilmu #agama #pengajian #tausiah #ceramah #ustad #penceramah

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post