Mengapa Kita Masih Enggan Sholat, Kawan? (T.1687)
Ditulis oleh MNGBC
Sholat, tiang agama. Kalimat ini bukan sekadar ungkapan, melainkan inti dari keimanan seorang muslim. Namun, mengapa masih banyak di antara kita yang enggan mendirikannya? Mengapa panggilan Ilahi ini seringkali kita abaikan, bahkan terlupakan di tengah hiruk-pikuk kehidupan? Mari kita renungkan bersama, kawan.
Salah satu penyebab utama adalah kesibukan. Dunia yang serba cepat dan menuntut ini membuat kita terlena. Target pekerjaan, deadline proyek, dan tuntutan sosial seolah-olah lebih penting daripada kewajiban kepada Sang Pencipta.
Padahal, Allah SWT berfirman dalam surat Al-Mu'minun ayat 110:
"Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur'an) dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (sholat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain)." Kesibukan bukanlah alasan, melainkan ujian kesabaran dan manajemen waktu kita.
Selain kesibukan, rasa malas juga menjadi penghalang. Tubuh yang lelah, pikiran yang penat, dan keinginan untuk beristirahat seringkali mengalahkan niat untuk sholat. Namun, ingatlah sabda Rasulullah SAW, "Shalat adalah tiang agama. Barangsiapa yang meninggalkannya, maka ia telah meruntuhkan agamanya." (HR. Ahmad). Malas adalah musuh terbesar kita dalam meraih ridho Allah SWT. Kita perlu melawan rasa malas itu dengan tekad dan disiplin yang kuat.
Kurangnya pemahaman tentang makna dan hikmah sholat juga menjadi faktor penting. Banyak di antara kita yang hanya menganggap sholat sebagai rutinitas tanpa memahami esensinya. Sholat bukan sekadar gerakan fisik, melainkan komunikasi batiniah dengan Allah SWT. Di dalamnya, kita mencurahkan segala rasa syukur, memohon ampun atas dosa-dosa, dan meminta pertolongan-Nya. Dengan memahami makna sholat, kita akan merasakan kedamaian dan ketenangan batin yang tak ternilai.
Faktor lingkungan juga turut berperan. Lingkungan yang kurang mendukung, teman-teman yang acuh terhadap sholat, bahkan keluarga yang tidak taat, dapat mempengaruhi perilaku kita. Namun, ingatlah bahwa kita bertanggung jawab atas amal perbuatan kita sendiri. Jangan biarkan lingkungan negatif menghambat langkah kita menuju kebaikan. Jadilah teladan bagi lingkungan sekitar kita.
Rasa jauh dari Allah SWT juga bisa menjadi penyebabnya. Ketika kita merasa jauh dari-Nya, sholat terasa berat dan tak bermakna. Padahal, sholat adalah jembatan yang menghubungkan kita dengan Allah SWT. Dengan mendekatkan diri kepada-Nya melalui sholat, kita akan merasakan kehadiran-Nya dan mendapatkan kekuatan untuk menghadapi segala tantangan hidup.
Terakhir, jangan lupakan pentingnya istiqomah. Konsistensi dalam menjalankan sholat merupakan kunci utama. Jangan mudah putus asa jika kita pernah lalai. Bangkitlah dan teruslah berusaha untuk memperbaiki diri. Allah SWT Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Ia selalu membuka pintu taubat bagi hamba-Nya yang bertaubat dengan tulus. Maka, marilah kita segera mendekatkan diri kepada-Nya dengan mendirikan sholat lima waktu dengan khusyuk dan penuh keikhlasan. Semoga Allah SWT meridhoi kita semua.
Demikian yang bisa diceritakan, semoga bermanfaat
Salam, #MN_GBC
#belajar #ilmu #agama #pengajian #tausiah #ceramah #ustad #penceramah
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
