Puisi penghianatan cinta Jejak Luka di Balik Janji-T.1684
Karya MNGBC
Dulu, namamu kusemat di setiap doaku,
Kau adalah pagi yang membuatku ingin bangun,
Saat dunia terasa berat, senyummu jadi harapan,
Kita jalani hari, menata mimpi, menulis janji
Semua terasa sempurna, aku hampir percaya, cinta ini abadi.
Tapi waktu membuka satu demi satu tabir rahasia,
Kata-katamu, sikapmu, perlahan tak lagi sama,
Tatapanmu menjauh, genggaman tanganmu sedingin luka,
Aku di sini menanti, berharap kau jujur pada rasa,
Namun kau memilih menari di balik bayangan dusta.
Kini aku faham,
Cinta bisa patah tak bersuara,
Bisa runtuh hanya karena sebuah pengkhianatan sederhana,
Di antara malam-malam sunyi, air mata jatuh tak beralasan,
Bukan salah hujan, bukan juga derai angin,
Semua tentangmu, tentang kisah yang kau hancurkan perlahan.
Kau pernah menjadi segalanya,
Kini kau sekadar cerita yang membuatku dewasa.
Biarlah aku belajar merelakan,
Memaafkan, meski tak pernah melupakan,
Karena hatiku kini kuat berdiri sendiri,
Bahkan ketika cinta sekacau janji yang kau ingkari.
Terima kasih sudah menggoreskan luka,
Dari situ aku tahu, cinta sejati bukan soal siapa yang datang duluan,
Tapi siapa yang tetap tinggal,
Meski badai dan kecewa datang bergantian.
________
Bumi Nene Mallomo, 22 Juli 2025
Salam, #MN_GBC
#puisi #sastra #sajak #cinta #romantis #belahanjiwa #penghianat #retak #mabukasmara
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
