Mursalim Nawawi, S. Pd. M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Sebuah puisi romantis  'Antara Rindu dan Kehilangan' (T.1694)

Sebuah puisi romantis 'Antara Rindu dan Kehilangan' (T.1694)

Karya : MNGBC

Mentari tenggelam, menoreh luka pilu,

Bayangmu menghilang, di ufuk senja yang redup.

Rindu membuncah, bagai air bah yang meluap,

Menenggelamkan hati, dalam kesunyian yang kelabu.

Dalam dekapan erat, kutemukan kedamaian,

Tubuhmu membisu, namun jiwamu berbisik.

Hangatnya pelukanmu, pengobat dahaga rindu,

Menghilangkan sepi, yang menghimpit kalbu.

Jangan kau pergi, bisikku lirih di telingamu,

Di antara untaian rambutmu yang hitam legam.

Ku takut kehilanganmu, dalam sunyi malam,

Cinta kita layu, bagai bunga yang tak terawat.

Bintang bertaburan, saksi bisu kisah cinta,

Di langit malam, yang gelap namun penuh bintang.

Cinta kita abadi, takkan pernah sirna,

Namun rasa takut ini, menghantui setiap langkah.

Tanganmu menggenggam, erat dalam genggaman,

Kuat dan hangat, bagai bara api yang menyala.

Jangan kau pergi, sayangku, tetaplah di sisiku,

Dalam pelukan ini, kutemukan surga dunia.

Kucium keningmu, lembut dan penuh kasih sayang,

Jangan kau pergi, jangan jauh dariku,

Cinta kita abadi, selamanya bersama,

Hingga rambut memutih, dan langkah menjadi lemah.

Sidenreng Rappang, **(censored)**

#sajak #puisi #cinta #romantis

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post