Mursalim Nawawi, S. Pd. M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Sebuah puisi Satire 'Topeng Demokrasi'(T.1722)

Sebuah puisi Satire 'Topeng Demokrasi'(T.1722)

Sebuah puisi Satire

"Topeng Demokrasi"

Ditulis oleh MNGBC

Di panggung sandiwara bernama negara,

Kau kenakan topeng demokrasi yang fana.

Janji manis kau umbar di setiap arena,

Namun realita pahit, rakyat merana.

Demonstrasi pecah di berbagai daerah,

Gedung dewan menjadi lautan amarah.

Api berkobar, membakar semua resah,

Kerakusanmu telah melampaui batasnya.

Kau bilang kami adalah suara rakyat,

Namun mengapa jeritan kami kau tolak?

Kau bilang kami adalah harapan bangsa,

Namun mengapa kau khianati semua?

Di balik senyum palsu dan kata-kata hampa,

Kau sembunyikan niat busuk dan serakah.

Kau rampas hak kami, kau injak harga diri,

Namun ingatlah, karma takkan pernah lari.

Api membara, membakar ketidakadilan,

Menghanguskan semua kebohongan dan kepalsuan.

Rakyat bangkit, melawan penindasan,

Menuntut keadilan, harga mati kemanusiaan.

Gedung dewan yang dulu jadi simbol kekuasaan,

Kini menjadi saksi bisu kejatuhan.

Topeng demokrasimu telah runtuh berantakan,

Karena rakyat telah muak dengan kebohonganmu

#rumah #dijarah #perjuangan #demo #demonstrasi #anarkis #kebakaran #dpr #dprd

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post