Sebuah Puisi untuk Negeri 'Api Amarah Dewan Terhormat'. (T. 1721)
Sebuah Puisi untuk Negeri
"Api Amarah Dewan Terhormat"
Karya MNGBC
Di gedung megah yang berdiri angkuh,
Jeritan rakyat teredam oleh bisu.
Kau tutup mata, telinga, dan kalbu,
Asa yang membara kini jadi abu.
Demonstrasi membara di setiap kota,
Gedung dewan menjadi saksi bisu.
Api amarah membakar segalanya,
Kerakusanmu kini menuai pilu.
Dulu kau berjanji akan setia,
Namun kini khianatmu nyata terasa.
Rakyat yang dulu memilihmu dengan cinta,
Kini berteriak, "Kau pengkhianat bangsa!"
Di balik dinding yang kokoh dan tebal,
Kau nikmati hidup dengan penuh gemerlap.
Sementara kami di jalanan berdebu tebal,
Berjuang untuk hidup yang semakin gelap.
Api membara, membakar angkara,
Menghanguskan semua dusta dan nista.
Rakyat bersatu, tak lagi terpecah belah,
Menuntut keadilan, harga mati bangsa.
Gedung dewan yang dulu megah berdiri,
Kini tinggal puing, saksi bisu negeri.
Jeritan rakyat tak lagi bisa kau lari,
Karena amarah telah membakar hati.
Makassar, 30 Agustus 2025
Salam demokrasi #mngbc
#sajak #puisi #perjuangan #demo #demonstrasi #anarkis #kebakaran #dpr
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
