Mursalim Nawawi, S. Pd. M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Ular Itu Sudah Ganti Kulit, Tapi Lidahnya Masih Bercabang (T.1699)

Ular Itu Sudah Ganti Kulit, Tapi Lidahnya Masih Bercabang (T.1699)

Di tulis oleh MNGBC

Kamu pasti pernah bertemu tipe orang ini. Penampilannya baru, bicaranya manis, senyumnya ramah… tapi hatinya? Ah, tetap busuk seperti kemarin. Mereka pandai sekali berdandan, seolah-olah sudah “lahir kembali.” Padahal yang berganti hanya kulit, bukan hati.

Mereka ini mirip ular. Tiap musim ganti kulit, biar kelihatan segar. Tapi racunnya? Tetap mematikan. Sifatnya? Masih sama: licik, penuh tipu daya, dan tak segan menikam dari belakang. Bedanya, ular asli tak pernah pura-pura jadi domba, sementara manusia jenis ini hobi sekali pakai topeng.

Lucunya, banyak orang yang langsung percaya begitu melihat penampilan baru. “Wah, dia berubah sekarang.” Iya, berubah jadi lebih pintar menyembunyikan racun. Kalau dulu menyerang terang-terangan, sekarang diam-diam, sambil pura-pura memeluk.

Perubahan sejati itu bukan soal ganti baju, ganti gaya rambut, atau ganti status di media sosial. Perubahan sejati itu soal membuang racun dari hati: iri, dengki, dendam, bohong, munafik. Tapi sayangnya, itu pekerjaan yang jarang mereka mau lakukan karena jauh lebih gampang mengganti kulit daripada membersihkan hati.

Hati-hati, dunia penuh “ular berkulit baru.” Mereka bukan lagi sekadar berbisa… tapi juga ahli bermain peran. Kalau kamu tak waspada, pelukan mereka bisa jadi gigitan terakhir yang kamu rasakan.

Jadi, jangan mudah silau oleh kulit baru. Jangan cepat percaya pada kata-kata manis. Lihat tindakan, rasakan ketulusannya. Karena di balik senyum itu, bisa jadi ada taring yang siap menancap.

Ingat, ular bisa berganti kulit berkali-kali. Tapi sifat dan racunnya… akan tetap sama sampai ia benar-benar mau berubah dari dalam.

Demikian yang bisa dituliskan, semoga bermanfaat

Salam #mngbc

#instrospeksi #pemimpin #rabadiri

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post