'Jejak Pena yang Hilang' (T. 1738)
Sebuah Puisi kerinduan pada sosok guru.
Karya Mursalim Nawawi Chaling Gbc "Jejak Pena yang Hilang" Di kelas ini, sunyi terasa kelam,
Tanpa hadirmu, wahai guru tercinta,
Jejak pena dulu begitu dalam,
Kini terhapus, oleh waktu yang fana.
Dulu, suara lembut penuh makna,
Kini berganti, sepi yang mencekam,
Nasihat bijak, tak lagi terdengar,
Hanya kenangan, yang terus bersemayam.
Setiap sudut ruang, menyimpan cerita,
Tentang tawa, ilmu, dan semangatmu,
Namun kini, semua hanya tinggal cerita,
Rindu membuncah, menusuk kalbu.
Buku-buku bisu, tak lagi bersuara,
Tanpa sentuhan tanganmu yang mulia,
Ilmu yang dulu, begitu membara,
Kini meredup, tanpa hadirmu di sini.
Wahai guru, engkau pelita jiwa
Yang menerangi setiap langkah kami,
Namun kini, engkau telah pergi,
Meninggalkan rindu, yang tak bertepi.
Semoga engkau bahagia di sana,
Di tempat baru, yang penuh harapan,
Namun di sini, kami tetap merindu,
Jejak pena yang hilang, takkan terlupa.
Sidenreng Rappang,16 September 2025
#guru #ibuguru #sekolah #madrasah #pengajar
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
