Sebuah puisi Di balik Gubuk Reyot (T.1751)
Karya MNGBC
Di gubuk reyot, impian terjalin,
Namun perut kosong, mimpi pun dingin.
Si miskin berjuang, keringat bercucuran,
Asa terhempas, di jalanan berdebu.
Mentari terbit, harapan membara,
Namun kemiskinan, terus membayangi.
Si miskin meratap, takdir tak adil,
Senyum tersembunyi, di balik duka lara.
Bintang bertaburan, langit malam sunyi,
Si miskin berdoa, dalam hati pilu.
Keadilan impian, kapan kan tiba?
Di tengah nestapa, jiwa merindukan.
Pagi menjelang, semangat membara,
Si miskin bangkit, melawan takdirnya.
Meski terhimpit, asa takkan padam,
Demi keluarga, terus berjuang gigih.
Si miskin adalah kita, adalah mereka,
Yang terpinggirkan, di tengah gemerlap dunia.
Mari ulurkan tangan, satukan kekuatan,
Hapus kemiskinan, ciptakan keadilan.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
