Mursalim Nawawi, S. Pd. M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Sebuah puisi Satire 'Jeritan yang Membakar Istana' (T.1727)

Sebuah puisi Satire 'Jeritan yang Membakar Istana' (T.1727)

Sebuah puisi Satire

"Jeritan yang Membakar Istana"

Ditulis oleh MNGBC

Di tengah gemerlap istana yang angkuh,

Tersembunyi jeritan yang tak pernah kau sentuh.

Rakyat merana, kau berpesta pora,

Kerakusanmu membakar jiwa yang terluka.

Gedung dewan menjadi saksi bisu,

Api amarah membakar segala palsu.

Dulu kau datang dengan janji suci,

Kini kau pergi meninggalkan tragedi.

Asap hitam mengepul di angkasa raya,

Menyiratkan duka yang tak terhingga.

Kau kira kuasa abadi selamanya,

Namun rakyat bangkit, meruntuhkannya.

Di setiap sudut kota, dendam membara,

Menanti saatnya untuk membalas segala.

Kau tanam benih kebencian yang mendalam,

Kini kau tuai badai yang menghantam.

Istana megah kini tinggal puing,

Simbol keangkuhan yang telah kering.

Kau kira aman dalam lingkaran kuasa,

Namun rakyat datang, menghancurkannya.

Biarlah api menjadi saksi bisu,

Bahwa keadilan takkan pernah layu.

Jeritan rakyat yang kau abaikan,

Kini membakar istana kesombongan.

Negeri Konoha,**(censored)**

#rumah #dijarah #perjuangan #demo #demonstrasi #anarkis #kebakaran #dpr #dprd

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post