'Roda Kehidupan Ketika Pedal Menjadi Jantung'T.1742
Sebuah Puisi
"Roda Kehidupan: Ketika Pedal Menjadi Jantung"
Karya Mursalim Nawawi Chaling Gbc
Di rimba beton yang bising dan fana,
Sepeda hadir, bisikan sang pembebas,
Roda berputar, melukiskan asa,
Dalam setiap kayuhan, jiwa terlepas.
Bukan sekadar besi dan rantai berderu,
Namun simfoni alam yang memanggil sukma,
Angin berbisik, mentari tersenyum malu,
Di atas sadel, kau temukan nirwana.
Tinggalkanlah sofa, lupakan layar kaca,
Jemputlah mentari dengan keringat di dahi,
Rasakan denyut nadi yang membara,
Saat pedal berputar, takdir menanti.
Jangan biarkan ototmu berkarat pilu,
Biarkan darahmu mengalirkan semangat,
Setiap tanjakan adalah ujian baru,
Setiap turunan adalah kebebasan yang didapat.
Sepeda bukan hanya alat transportasi,
Namun juga cermin jiwa yang berani,
Menaklukkan batas diri sendiri,
Merajut mimpi di atas roda yang menari.
Ayo, bangkitlah! Raih stang sepeda,
Biarkan roda membawamu berkelana,
Di setiap putaran, ada cerita,
Di setiap kayuhan, ada cinta.
Makassar,20 September 2025
#sepeda #gowes #olahraga #sehat #perjuangan #mngbc
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
