Dibalik Penilaian Kinerja PMM
Kebijakan Kemendikbudristek terkait penilaian kinerja melalui PMM, yang mensyaratkan adanya pengembangan kompetensi guru memunculkan fenomena baru. Guru kini sibuk mengikuti berbagai seminar, pelatihan, lokakarya, dan sebagainya demi mendapatkan sertifikat. Kebijakan Kemendikbudristek ternyata memberi dampak yang luas, tidak hanya dampak yang positif namun ada pula yang negatif.
Dampak positif dari pengembangan kompetensi guru antara lain: 1. Membuat guru yang gaptek kini mulai belajar tentang penggunaan berbagai aplikasi, terutama yang terkait dengan tugas PMM dan keterampilan IT lainnya, 2. Guru mau mempelajari berbagai materi atau modul untuk meningkatkan kompetensinya, 3. Membuat guru aktif dalam kegiatan organisasi profesi seperti MGMP, K3S, komunitas belajar, dll, 4. Guru bertambah luas lingkar pertemanannya, dan 5. Guru makin giat meningkatkan pengembangan diri.
Sedang dampak negatifnya antara lain: 1. Membuat guru kurang fokus terhadap tugas utamanya di kelas, 2. Menimbulkan stress bagi sebagian guru terutama yang mendekati masa purnatugas, 3. Ada yang sekadar mengisi absen kehadiran tanpa menyimak materi saat webinar, 4. Munculnya lembaga abal-abal yang menawarkan berbagai kegiatan seminar dan pelatihan, 5. Munculnya jasa pembuatan aksi nyata bagi mereka yang malas atau kesulitan dalam membuatnya.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
