Kopi Joss
Salah satu ikon kuliner Yogyakarta yang sangat terkenal adalah kopi joss. Kopi dengan cara pembuatan dan rasa yang unik ini, berhasil memikat para pelanggannya. Para penggemar kopi pasti tak akan melewatkan kesempatan mencicipi kopi joss saat berkunjung ke Yogyakarta. Kehadiran kopi joss tak bisa dilepaskan dari seseorang bernama Lik Man. Beliaulah orang pertama yang memperkenalkan minuman ini.
Kopi joss adalah minuman andalan dari angkringan. Angkringan Lik Man berdiri tahun 1960-an, saat itu orang tua Lik Man yang menjalankan usaha tersebut di dalam Stasiun Tugu. Awalnya, angkringan ini memang berada di dalam Stasiun Tugu Yogyakarta. Periode itu berlangsung tahun 1968-1972. Kemudian pindah ke bagian pos timur Stasiun Tugu. Tahun 1974, angkringan ini pindah ke Jalan Wongsodirjan hingga kemudian kembali terkena revitalisasi stasiun dan pindah ke Selasar Malioboro dan Pasar Kranggan.
Terciptanya menu kopi joss sendiri sebenarnya berawal dari ketidaksengajaan. Menu ini baru muncul di tahun 2000-an. Ceritanya, kopi ini merupakan eksperimen dari Lik Man saat ia kebingungan karena ada pelanggannya yang memesan kopi klothok.
Kopi klothok aslinya adalah minuman kopi yang cara membuatnya dengan cara memasak bubuk kopi dengan air secara bersamaan. Namun, karena tidak tahu, Lik Man kemudian memasukan bara arang ke dalam gelas, agar ada kesan nglotok atau mengelupas, sehingga bisa dinamakan kopi klotok.
Ternyata pelanggan menyukai jenis menu baru tersebut. Pada akhirnya karena mengeluarkan suara “joss” saat arang masuk ke dalam gelas, Lik Man kemudian menamai menu ini sebagai kopi joss. Tak disangka racikan Lik Man ini menjadi terkenal dan diburu penikmat kopi dari berbagai daerah di Indonesia bahkan hingga turis mancanegara.
Kopi Joss sering disebut sebagai minuman detoks. Hal itu dikarenakan bubuk dari arang yang dipanaskan mengandung karbon aktif yang dapat mengikat bahan beracun dan polutan yang ada dalam pencernaan tubuh. Dengan kandungan karbon aktifnya, kopi joss bermanfaat untuk membuang racun dalam tubuh dan juga dapat menurunkan berat badan. Adapun arang dalam Kopi Joss mampu untuk mencegah panas dalam dan kembung saat masuk angin. Selain itu, arang dapat mengurangi asam dan menurunkan kadar kafein dalam kopi sehingga rasa kopi dapat lebih nikmat.
Dibalik khasiat dari kopi joss yang disebutkan di atas, ternyata beberapa pakar kesehatan dan dokter melarang untuk mengonsumsi kopi joss. Mereka berpendapat bahwa arang yang dipakai untuk kopi joss bukanlah arang aktif yang telah diolah dan dimurnikan sehingga dapat berbahaya bagi tubuh. Debu yang dihasilkan dari proses pembakaran arang pun dikhawatirkan tak dapat dicerna sehingga akan berpengaruh pada kesehatan. Terlebih lagi arang yang dipakai tidak bisa dipastikan kebersihannya selama proses pembuatan. Manfaat kopi joss juga belum diuji secara klinis karena itu konsumsi kopi joss jangan terlalu sering dan berlebihan demi menjaga kesehatan tubuh, demikian peringatan dari mereka.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
