Tiara
Tiara, gadis berumur 13 tahun itu masih bersimpuh di depan makam ibunya yang masih basah dan penuh taburan bunga. Dua jam lalu, jenazah sang ibu telah dimasukkan ke liang lahat. Para pengantar pun telah kembali ke tempatnya masing-masing, tersisa dirinya dan sang ayah.
Berulang kali Pak Dirga, ayah Tiara membujuk putrinya untuk segera pulang meninggalkan makam, Tiara bergeming. Berat kaki dan hati Tiara untuk meninggalkan peristirahatan terakhir ibunya tercinta. Sejuta sesal menggumpal di dada teringat kenangan terakhirnya bersama sang ibu.
Sebagai anak tunggal, Tiara sangat disayangi orangtuanya. Sepuluh tahun Pak Dirga dan Bu Dita menanti kehadiran buah hati sehingga kehadiran Tiara sangat disyukuri. Namun rasa syukur itu diungkapkan dengan cara yang salah. Mereka terlalu memanjakan Tiara. Segala keinginan selalu dikabulkan, terlebih orangtuanya berkecukupan. Kondisi itu membuat Tiara menjadi seorang yang angkuh dan egois, suka bertindak sesukanya.
Ibunya tewas kecelakaan saat ingin memenuhi keinginan Tiara membeli sepatu limited edition di sebuah mall. Tiara memaksa ibunya menemani meski saat itu ibunya kurang sehat. Demi buah hati kesayangan, Bu Dita mengendarai mobil dengan kepala pening. Sopir yang biasa mengantar tak masuk karena anaknya akan wisuda sedang Pak Dirga tugas ke luar kota.
Jalan cukup ramai siang itu, Tiara memaksa ibunya lebih cepat memacu mobil karena takut tak kebagian sepatu impiannya. Di perjalanan, tiba-tiba seorang pengendara motor berhenti mendadak. Bu Dita membanting setir dan menabrak beton pembatas jalan. Mobil pun terbalik dalam kondisi rusak parah.
Bu Dita koma selama dua hari karena luka berat di bagian kepala sementara Dita hanya luka ringan. Mengetahui kondisi ibunya, Tiara sangat menyesal. Tangisnya tak berhenti hingga ibunya pun pergi selamanya. Sesal sebesar gunung kini tiada guna karena ibu tercinta telah tiada.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
