Panen Duku
Saat pulang ke kampung suami di Rangkasbitung, ternyata pohon duku yang ada di kebun buahnya sudah siap dipanen. Emak mertua menyuruh kami untuk segera memetiknya karena takut keburu diambil orang yang tak bertanggungjawab alias maling.
Pohon duku itu berada di kebun yang cukup jauh dari rumah. Melewati hamparan sawah dan berada di wilayah yang lebih tinggi. Karena jauh dari pantauan seringkali buah dari pohon yang ada di sana habis tanpa diketahui siapa yang mengambil. Mulai dari melinjo, rebung, jengkol, singkong, dan sebagainya.
Saat kami ke kebun, untunglah buah duku masih cukup banyak di pohonnya. Dengan bantuan seorang tetangga yang biasa memanjat, kami pun bersiap memanen buah duku yang rasanya manis itu. Aku dan suami menunggu di bawah pohon untuk memunguti buah yang jatuh berguguran. Setelah dikumpulkan, buah duku yang kami panen dapat setengah karung besar. Alhamdulillah. Buah duku itu pun sebagian kami bagi ke tetangga dan sebagian kami bawa pulang untuk oleh-oleh.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
