Nanik Wijayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Ironi

Ironi

Tujuh puluh sembilan usiamu

Sejak diproklamirkan para pendiri

Berabad hidup dalam penindasan

Terkungkung tanpa jati diri

#

Kesadaran akan persatuan

Melepas atribut kedaerahan

Melangkah dalam satu tujuan

Kemerdekaan bukan lagi impian

#

Usiamu semakin matang

Ditempa resesi juga pandemi

Penguasa muncul silih berganti

Berupaya memajukan negeri

Namun ironi makin menjadi

Kemerdekaan hanya dinikmati

Segelintir orang tak bernurani

#

Kekayaan negeri nan berlimpah

Tak dinikmati pemilik tanah

Kemiskinan menjadi lumrah

Tak berpunya dianggap sampah

Pengangguran makin meruah

Karakter luhur kian merendah

Haluan pun tak jelas arah

Akankah negeri ini kehilangan marwah

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post