Ironi
Tujuh puluh sembilan usiamu
Sejak diproklamirkan para pendiri
Berabad hidup dalam penindasan
Terkungkung tanpa jati diri
#
Kesadaran akan persatuan
Melepas atribut kedaerahan
Melangkah dalam satu tujuan
Kemerdekaan bukan lagi impian
#
Usiamu semakin matang
Ditempa resesi juga pandemi
Penguasa muncul silih berganti
Berupaya memajukan negeri
Namun ironi makin menjadi
Kemerdekaan hanya dinikmati
Segelintir orang tak bernurani
#
Kekayaan negeri nan berlimpah
Tak dinikmati pemilik tanah
Kemiskinan menjadi lumrah
Tak berpunya dianggap sampah
Pengangguran makin meruah
Karakter luhur kian merendah
Haluan pun tak jelas arah
Akankah negeri ini kehilangan marwah
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
