Makan Ikan Berbahaya?
Banyak hewan yang dapat dijadikan lauk, baik hewan yang hidup di darat maupun di air. Salah satu lauk hewani yang banyak disukai adalah ikan karena harganya yang relatif terjangkau, banyak jenisnya, dan mudah didapat. Ikan mengandung banyak protein dan lemak yang baik untuk tubuh.
Tak ada yang dapat menyangkal, ikan adalah makanan yang sangat bergizi. Namun perkembangan teknologi dan pencemaran lingkungan yang makin tinggi patut membuat kita waspada terhadap ikan yang kita konsumsi. Menurut penelitian, merkuri telah merusak kandungan zat gizi yang ada dalam beberapa jenis ikan.
Merkuri adalah elemen alami yang terdapat di udara, air, dan tanah. Menurut Healthline, merkuri dapat dilepaskan ke lingkungan melalui berbagai aktivitas, seperti pembakaran batu bara dalam proses industri, serta melalui peristiwa alamiah seperti letusan gunung berapi.
Berdasarkan data dari Food and Drug Administration (FDA), berikut beberapa jenis ikan yang mengandung kadar merkuri tinggi:
1. Ikan Tuna (0,350 ppm)
Beberapa jenis ikan tuna, termasuk tuna albacore, memiliki kandungan merkuri yang cukup tinggi dan perlu diwaspadai dalam konsumsi sehari-hari.
2. Ikan King Mackerel (0,730 ppm)
Ikan ini berbeda dengan makarel kalengan yang sering ditemukan di supermarket. King Mackerel berukuran besar, dengan berat rata-rata mencapai 40 kilogram. Meski menjadi favorit para pemancing, ikan ini berbahaya jika dikonsumsi karena kandungan merkuri yang tinggi.
3. Ikan Tuna Mata Besar atau Big Eye Tuna (0.689 ppm)
Ikan ini memiliki tubuh yang memanjang dan kekar, mirip torpedo, dengan ukuran yang bisa mencapai 236 sentimeter. Rasa dagingnya mirip dengan tuna lainnya, namun kandungan merkurinya yang tinggi membuat ikan ini disarankan untuk dihindari.
4. Lobster (0,166 ppm)
Lobster menjadi salah satu jenis seafood yang disukai banyak orang. Sayangnya, ikan satu ini juga mengandung merkuri dalam tingkat sedang.
5. Ikan Todak atau Swordfish (0,995 ppm)
Ikan todak memiliki tekstur daging yang tebal, lembut, dan gurih, sering disajikan dalam bentuk steak. Di pasaran, ikan ini biasanya dijual dalam bentuk fillet yang dibekukan dan sering disandingkan dengan ikan dori.
6. Ikan Hiu (0,979 ppm)
Meskipun ikan hiu dikenal sebagai predator laut yang menakutkan dan dilindungi, dalam beberapa budaya, dagingnya kerap disajikan dalam hidangan lezat.
7. Ikan Jabad atau Tilefish (1,123 ppm)
Tilefish dikenal sebagai salah satu ikan dengan kandungan merkuri tertinggi. Durasi hidupnya yang lebih lama dibandingkan ikan lain menjadi salah satu alasan tingginya kandungan merkuri dalam ikan ini.
8. Ikan Orange Roughy (0,571 ppm)
Ikan predator ini hidup di gunung bawah laut dan dapat ditemukan di berbagai cekungan laut di seluruh dunia. Umurnya yang bisa mencapai 150 tahun membuat ikan ini menjadi salah satu yang bermerkuri tinggi.
9. Ikan Marlin (0,485 ppm)
Daging ikan marlin memiliki tekstur yang lembut dan juicy dengan rasa yang sedikit asam. Rasa daging ikan marlin sangat unik dan kaya dengan aroma laut yang lezat. Namun ikan satu ini kaya akan kandungan merkuri.
10. Ikan Barramundi atau Bass (0.167 ppm)
Ikan ini tersebar luas di wilayah Hindia-Pasifik Barat, mulai dari Asia Tenggara hingga Papua Nugini. Meski masuk dalam kategori ikan dengan kandungan merkuri sedang, konsumsi tetap perlu diperhatikan.
Meski sebagian besar ikan tersebut mungkin jarang kita konsumsi, tetap harus berhati-hati dengan lauk ikan yang akan masuk ke tubuh kita. Tetap perhatikan proses pengolahan, tempat asal, keamanan, kebersihan, dan kesegaran bahan makanan yang akan kita konsumsi.
Sumber: CNBC Indonesia
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan