Nanik Wijayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Sate Padang

Sate Padang

Semenjak aku bertugas dan tinggal di Tanjung Barat, Jagakarsa, entah kenapa aku jadi suka makan sate Padang. Sebelumnya aku amat jarang makan sate yang rasanya unik tersebut karena di Parung Panjang cukup sulit menemukan pedagang sate Padang.

Di sekitar tempat tinggalku sekarang, dengan mudah pedagang sate Padang ditemukan. Rasanya juga enak dengan harga cukup terjangkau. Seporsi sate yang berisi sepuluh tusuk sate ditambah sebungkus ketupat dihargai dua puluh ribu rupiah.

Sate Padang berasal dari tiga daerah berbeda yaitu Padang Panjang, Pariaman, dan Padang Kota. Ketiga daerah tersebut mempunyai sate yang berbeda dalam hal rasa dan tampilan sausnya. Sekalipun memiliki rasa dan warna yang berbeda-beda, bumbu Sate Padang Panjang, Sate Pariaman, Sate Padang Kota tetap berbahan dasar sama, yaitu biasanya terbuat dari rebusan tepung beras yang dicampur dengan beragam rempah-rempah.

Rempah-rempah ini yang bisa dianggap juga sebagai resep rahasia di balik kenikmatan sate Padang. Umumnya rempah-rempah ini terdiri dari cabai merah, serai, jinten, ketumbar, jahe, lengkuas, kunyit, lada. Terkadang kacang tanah juga dicampurkan ke dalamnya, tetapi tidak sampai mengubah rasa karena jumlahnya yang tidak banyak. Bahan sate Padang adalah daging, lidah, atau jeroan sapi tapi yang umum dijual di sini adalah sate lidah.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post