Selesai
Alhamdulillah, lega rasanya karena pelaksanaan ANBK hingga hari kedua atau hari terakhir berjalan dengan lancar. Hanya listrik sempat padam beberapa menit namun kembali normal saat jadwal sesi pertama. Semoga hasil ANBK tahun ini bisa meningkatkan nilai rapor pendidikan jadi lebih baik dari tahun sebelumnya.
ANBK yang dikerjakan oleh 30 anak atau hanya 5% dari jumlah siswa secara keseluruhan, nantinya akan menjadi potret kualitas pembelajaran dan iklim belajar di sekolah. Dari 30 anak tersebut ada beberapa yang termasuk Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK). Dari segi kognitif tentu mereka memiliki keterbatasan dalam menyelesaikan soal-soal yang diberikan.
Mengapa anak-anak istimewa ini tetap dikutsertakan sebagai peserta? Bila memang harus, tidakkah sebaiknya mereka diberikan soal yang berbeda levelnya dengan siswa yang bukan PDBK. Bukankah pembelajaran saat ini harus menerapkan pembelajaran yang berdiferensiasi? Mengapa saat ANBK mereka dianggap sama kemampuannya? Sedang untuk membaca satu kalimat saja masih terbata.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
