Amador Valley
Sembari menjenguk si bungsu di pondok, kami berencana mengunjungi destinasi wisata yang dibuka tahun 2021 di Sukabumi. Kebetulan setiap Jumat kegiatan pondok diliburkan. Karena si bungsu sudah menjadi ustadzah pengabdian di sana maka dia boleh keluar pondok. Kami pun mengajaknya untuk refreshing bersama.
Atas rekomendasi si sulung setelah melihat postingan di IG, kami meluncur ke Amador Valley. Namanya memang kebarat-baratan, mungkin untuk menarik minat orang berkunjung. Amador Valley adalah sebuah tempat berbukit dan bersabana yang berada di Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat. Dari foto dan video yang kami lihat, tampaknya tempat ini cukup menarik.
Selama perjalanan beberapa kali kami terkendala jalan yang longsor akibat hujan deras tiga hari tiga malam pada awal Desember kemarin. Sebagian besar sudah diperbaiki meski belum rapi namun ada badan jalan yang masih ambles pada satu sisi sehingga kendaraan harus bergantian melewati sisi jalan yang masih utuh.
Setelah berkendara hampir dua jam dari pondok, sampailah kami di tujuan. Lokasinya cukup tinggi dari jalan raya dan tampak tidak terlalu ramai. Tiketnya sangat terjangkau seharga 5 ribu rupiah per orang, 5 ribu rupiah untuk parkir mobil, dan 2 ribu rupiah untuk parkir motor. Melihat fasilitas yang tersedia rasanya sepadan dengan harga yang dikeluarkan.
Mengusung konsep country style ala coboy, di sini ada ruang outdoor yang menyediakan kursi dan meja dari batang kayu, ada juga saung dan tenda, toilet yang cukup bersih, mushola, dan ruang indoor. Amador Coffee and Grill Bar, nama yang terpasang di depan ruang indoor. Sayang ruang indoor ini cukup sempit karena sekaligus berfungsi sebagai dapur. Menu makanan yang tersedia tidak hanya makanan western, makanan tradisional pun ada dengan harga sedikit lebih mahal jika dibandingkan dengan harga di luar.
Sarana dan prasarana masih terbatas dan terkesan ala kadarnya, mungkin karena belum lama berdiri. Kekurangan itu terbayar dengan suasana yang cukup menenangkan. Di sini, selain menikmati pemandangan yang mirip di Sumba, lengkap dengan kuda-kuda yang dibiarkan bebas, ada pula penyewaan ATV dan menunggang kuda berkeliling lapangan. Kami tak lama di Amador karena hari makin sore dan tak ada lagi yang ingin dinikmati.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
