Jarang Masak
Terus terang aku ini ibu rumah tangga yang jarang masak. Biasanya ke dapur untuk olah-olah jika hari libur saja, itu pun tak selalu. Alasan yang pertama karena hemat waktu. Jarak rumah dan sekolah lumayan jauh, beda provinsi, sehingga harus siap-siap sejak subuh. Rasanya lelah jika harus sibuk di dapur sejak dini hari. Belum lagi nanti di kereta harus berdesak-desakan bahkan kadang tak dapat tempat duduk. Jadi jika sarapan, kami beli ke warung tetangga, hitung-hitung melariskan dagangannya, bagi-bagi rezeki begitu.
Alasan yang kedua, lebih praktis dan bisa pilih menu sesuai selera masing-masing. Kami berkumpul hanya saat pagi sebelum berangkat dan sore/malam sepulang beraktifitas. Inginnya makan yang masih hangat dan baru. Biasanya nasi sudah ada tinggal beli lauknya saja. Mungkin lebih mahal jadinya dibandingkan bila masak sendiri tapi kami pun makan terbilang sedikit jika dibandingkan porsi makan orang lain. Satu porsi lauk atau sayur bisa untuk berdua bahkan bertiga.
Terlebih sekarang, aku dan Paksu lebih sering berdua karena anak-anak sudah tinggal terpisah. Si sulung tinggal di rumah lama, si tengah di kost-an, dan si bungsu di pondok. Hanya saat akhir pekan atau liburan bisa berkumpul. Nah, saat berkumpul itu biasanya anak-anak request masakan tertentu. Kangen masakan mama katanya. Mereka bilang masakanku itu enak lho. Kalau sudah ada pesanan khusus seperti itu, barulah aku meluncur ke dapur.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan