Telur Asin
Telur adalah bahan makanan yang disukai banyak orang. Harganya relatif murah, bergizi, mudah diolah, dan pastinya lezat disantap. Telur bisa diolah menjadi berbagai macam masakan seperti telur dadar, telur ceplok, telur balado, semur telur, telur pindang, martabak telur, dan masih banyak lagi. Telur juga menjadi bahan utama untuk pembuatan aneka kue, bolu, cake, dan lain-lain.
Salah satu olahan telur adalah telur asin dan aku sangat suka dengan makanan ini. Brebes adalah kota yang terkenal dengan telur asinnya yang lezat. Telur asin Brebes sampai saat ini menurutku tak ada duanya. Apalagi kini tak hanya diolah dengan cara direbus tapi juga dibakar atau dipanggang, bahkan ada inovasi dengan menciptakan beberapa rasa yang unik. Oleh karena itu, telur asin dikenal sebagai ikon makanan khas daerah tersebut setelah dikomersialkan sejak tahun 1950-an.
Jika dilacak, telur asin berasal dari tradisi mengawetkan makanan dan ritual sesaji pada Sejit atau dewa bumi di klenteng-klenteng. Bermula dari sesaji untuk dewa bumi, masyarakat Tionghoa pun menjadikan telur asin sebagai bagian dari kekuatan untuk bertahan pada masa transisi pasca kemerdekaan.
Awalnya, warga pribumi dipekerjakan untuk membuat telur asin oleh masyarakat Tionghoa. Tapi setelah menyerap ilmunya, mereka membuat telur asin sendiri dan terus berkembang sampai sekarang. Ayok siapa yang juga suka makan dengan telur asin?
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
