Nanik Wijayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Ganti Nama

Ganti menteri ganti kurikulum, itulah kalimat yang biasa diungkapkan masyarakat saat ada perubahan susunan kabinet khususnya di Kementeriaan Pendidikan. Hal itu memang sering terjadi di negeri tercinta ini. Sepertinya kurang joss atau kurang mantap jika tak ada yang diubah oleh menteri yang baru.

Sejatinya kurikulum memang harus dinamis, mengikuti perkembangan dan perubahan zaman. Artinya, bukan hal yang berlebihan jika kurikulum berganti-ganti sesuai kondisi yang sedang dan akan terjadi. Kurikulum mesti dan harus selalu disesuaikan agar mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat dan dunia global. Namun harus diingat juga, jika kurikulum terlalu sering berganti akan membingungkan dan merepotkan masyarakat khususnya guru dan siswa.

Masalah yang dihadapi mengenai kurikulum di Indonesia adalah pergantian tersebut kadang tanpa disertai kajian yang mendalam dan komprehensif, kurang membumi, minim evaluasi, serta terburu-buru dalam penerapannya alias kejar target. Tak dipungkiri jika ada pengaruh politik dan kekuasaan pada setiap pergantian kurikulum. Gonta-ganti kurikulum membuat para pendidik kelimpungan saat menerapkannya di lapangan karena belum ada sosialisasi dan pelatihan yang memadai. Yang kemarin saja belum paham sudah ganti lagi dengan yang baru, begitu keluhan mereka.

Kurikulum Nasional yang berlaku saat ini sebenarnya tidak banyak berubah dari kurikulum sebelumnya yaitu Kurikulum Merdeka. Sebagian besar hanya berganti nama dan istilah saja seperti meaningful learning yang hampir sama dengan pembelajaran bermakna, joyful learning yang mirip dengan pembelajaran yang menyenangkan, sistem zonasi ganti menjadi sistem domisili, PPDB berubah menjadi SPMB, PMM menjadi Rumah Pendidikan, dan sebagainya.

Meski hanya berganti nama, tetap membuat masyarakat terutama para pendidik kebingungan mendengarnya. Apakah kurikulum berubah lagi, apa hal baru yang harus dipelajari, apakah lebih berdampak positif pada peserta didik, akankah makin membebani guru, siapkah sarana dan prasarananya? Itu adalah sebagian rentetan pertanyaan yang diungkapkan sebagai bentuk keresahan atas fenomena pendidikan saat ini. Semoga para pendidik selalu diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan tugasnya apa pun kurikulumnya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post