Karma
Asri tergugu di sudut kamarnya yang mewah. Entah berapa lama dia telah menangis. Masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya tadi siang tapi pipinya yang memerah adalah bukti bila semua itu nyata. Bekas tamparan dari sang suami juga meninggalkan luka di sudut bibirnya. Perihnya bibir tak seberapa dibandingkan luka di hatinya. Luka menyayat menyaksikan suami tercinta sedang bermesraan dengan wanita lain di sebuah kafe.
Sudah beberapa bulan, Asri merasakan sikap Andre berubah. Sering pulang terlambat bahkan hari libur pun tak di rumah dengan alasan lembur karena banyak proyek yang dikerjakan. Sejak kemarin Asri sudah meminta Andre menemaninya ke pesta pernikahan putri sahabatnya namun Andre tak bisa. Kembali dengan alasan pekerjaan padahal undangannya di hari Minggu.
Asri pun berangkat sendiri karena tak mungkin jika tak menghadiri undangan dari salah satu teman sosialitanya. Sepulang dari pesta, Asri melihat mobil Andre terparkir di sebuah kafe. Dia pun segera memarkirkan mobilnya tak jauh dari mobil Andre. Asri memasuki kafe, netranya memandang sekeliling mencari sosok sang suami. Emosinya memuncak melihat Andre sedang memeluk seorang wanita di sudut kafe.
"Oh..rupanya ini yang disebut mengerjakan proyek!" seru Asri yang membuat Andre dan si wanita terkejut dan saling melepaskan diri.
"Kenapa kamu bisa ada di sini, mau apa?" tanya Andre dengan raut tak suka.
"Seharusnya aku yang tanya kenapa kamu ada di sini. Katanya lembur tapi malah asyik berduaan dengan wanita lain!"
Asri tak bisa lagi menahan gejolak amarahnya. Tanpa menunggu jawaban Andre, dia menarik rambut wanita berambut ikal yang bersama suaminya. Jambakan kerasnya membuat tubuh wanita itu hampir terjatuh dari kursi. Andre dengan sigap menahan tubuh sang wanita dan berupaya melepaskan tangan Asri dari rambut wanita itu.
"Lepaskan Asri. Kamu jangan kurang ajar. Dia juga istriku!" Teriakan Andre seketika menghentikan tindakan kasar Asri.
"Apa Mas, istri? Kamu gak lagi bercandakan?"
"Dia Diana, istri baruku. Kami menikah tiga bulan lalu," ucap Andre sembari merengkuh bahu wanita yang diakuinya sebagai istri. Wanita itu pun membalas dengan memeluk pinggang Andre.
Mendengar pengakuan Andre ditambah lagi melihat perlakuan Andre yang begitu melindungi wanita bernama Diana, amarah Asri makin meluap. Tak dipedulikannya tatapan pengunjung kafe yang mengarah pada mereka.
"Kurang ajar kau pelakor. Dasar perempuan gak tahu diri!" Asri berusaha menarik keras tangan Diana namun Andre bergerak lebih cepat. Dia menghalangi Diana dengan tubuhnya. Asri terus meracau dengan mengeluarkan kata-kata tak pantas dan terus berusaha menjangkau tubuh Diana.
Sebuah tamparan kuat dari Andre membuat tubuh Asri terhuyung. Kepalanya terasa pening, rasa asin terasa di lidah. Asri mengusap sudut bibirnya yang terasa perih, ada sedikit darah di sana. Ini adalah kekerasan pertama yang diterima Asri dari Andre.
"Sekarang kamu sudah tahu semuanya. Jadi aku minta kamu menerima Diana sebagai madumu. Selama ini kamu terlalu sibuk dengan dirimu sendiri hingga abai dengan kewajibanmu sebagai istri. Jika kamu tak mau berbagi, kita bercerai!"
Asri terkesiap dengan kalimat yang diucapkan Andre. Pria yang begitu dicintainya kini bukan hanya miliknya. Dan Andre lebih memilih wanita itu dibandingkan dirinya yang sudah menemani selama lima tahun.
Andre berlalu dengan menggandeng tangan Diana, tak peduli kepada Asri yang menangis histeris. Tubuh Asri terasa tak bertulang. Tubuhnya terduduk lemas di lantai kafe. Tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.
Dengan terus berlinang air mata, Asri kembali ke rumah dan tak didapatinya Andre di sini. Dalam kamar Asri kembali meraung, meratapi nasibnya yang dikhianati. Dalam kesedihannya, Asri teringat seseorang yang dulu disakitinya.
Wajah seorang wanita berparas ayu berkelebat di benaknya. Rinda, sahabat yang selalu menolongnya namun dengan kejam dikhianatinya. Jatuh cinta dengan suami sang sahabat yang berwajah tampan, baik, dan kaya raya membuatnya lupa diri. Dilakukannya perbuatan licik dengan menjebak suami Rinda sehingga mereka melakukan perbuatan terlarang. Asri mengancam bila dia tak dinikahi maka video mereka akan disebarkan ke medsos.
Rinda yang mengetahui suami dan sahabatnya berkhianat memilih mundur. Rinda pergi bersama buah hati yang baru berumur setahun dan tak ada kabarnya hingga kini. Setelah dinikahi suami Rinda, Asri menikmati kehidupan mewahnya dengan bersenang-senang hingga akhirnya mengabaikan kewajibannya sebagai seorang istri. Kini Asri merasakan karma karena dia pun dikhianati sang suami. Andre suaminya adalah mantan suami Rinda, sahabatnya.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
