Nanik Wijayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Panen Rambutan

Panen Rambutan

Pagi tadi, aku dan Paksu bekerja sama memanen buah rambutan. Pohon rambutan di samping rumah ibu Paksu hanya satu pohon namun buahnya cukup lebat. Dengan alat sederhana berupa galah bambu, Paksu menarik buah rambutan yang sudah merah warna kulitnya. Sementara aku bertugas memunguti buah rambutan yamg berjatuhan di tanah.

Cukup lama juga kami memanen buah rambutan, tak terasa sudah banyak yang kami dapat. Paksu tampak mulai kelelahan karena harus terus mendongak saat menggalah buah eksotis itu. Kami pun menghentikan kegiatan meski buah yang tersisa di pohon masih banyak. Biarlah cucu dan keponakan lainnya yang memanennya nanti.

Setelah dikumpulkan kami mendapat satu karung besar buah rambutan, entah berapa kilogram jika ditimbang. Kami akan membawa buah ini ke rumah untuk kami konsumsi sendiri juga membagikan ke tetangga sekitar dan menjadi buah tangan untuk si bungsu di pondok.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post