Perang Bika
Judulnya mungkin terkesan berlebihan tapi memang itu yang sedang terjadi di jagat maya saat ini. Entah sudah berapa food vlogger, selegram, tiktoker, youtuber, dan warga biasa yang berebut mengulas bika ambon. Kue lezat dari Medan ini memang sedang naik daun.
Berbagai bika ambon dari beragam merk dan pembuatnya, ramai dinilai dan dibandingkan. Akibatnya seorang pembuat bika ambon yaitu C* Me***g, marah dan merasa hendak dijatuhkan bisnisnya karena penilaian yang buruk untuk produknya.
Sebagai salah satu penggemar bika ambon, aku cukup takjub bahkan terpana dengan beragam komentar di medsos tentang kue itu. Sebuah kue mampu menggegerkan dunia permedsosan. Dari semuanya, aku tertarik pada sebuah merk yang banyak dikomentari positif.
Lewat online, aku pun memesan bika ambon yang dibilang terenak itu. Jauh sebelum perang bika ambon, anakku sudah pernah memintaku untuk membeli dan mencobanya tapi belum sempat. Kebetulan sedang viral, aku pun tak ingin melewatkan untuk mencoba bika ambon R*** R**o yang terkenal itu.
Kupesan 1 loyang ukuran reguler yang ternyata harus preorder 3 hari. Namun, tak sampai 2 hari pesananku sudah datang. Segera kubuka dan kupotong-potong, tak sabar mencicipinya. Ternyata teksturnya memang lembut, wangi, sarangnya cantik, dan rasanya endul tapi tak terlalu manis. Harganya cukup terjangkau dan terbayarkan dengan kelezatan rasanya.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
