Curiga
Gea gelisah menunggu Arman yang belum sampai di rumah. Sudah hampir sebulan Arman selalu pulang malam. Alasannya ada lembur di pabriknya sehingga pulang hampir tengah malam. Yang membuat Gea makin tak tenang, Arman selalu mandi dan keramas sesampainya di rumah. Dia bilang gerah dan lengket badannya tapi kenapa selalu keramas. Apakah Arman telah selingkuh? Kecurigaan Gea hanya disimpannya di dalam hati.
Dengan perut yang tampak membuncit, sore itu Gea mampir ke sebuah minimarket untuk membeli susu ibu hamil yang sudah habis. Saat keluar minimarket, Gea berpapasan dengan Rio, teman satu pabrik dengan Arman. Keduanya pun berbincang, tak lupa Gea bertanya tentang lembur di pabrik yang selalu menjadi alasan Arman.
Menurut Rio sudah lama pabrik tak ada lemburan karena pesanan makin berkurang. Bahkan sudah ada pengurangan karyawan tambahnya pula. Mendengar penuturan Rio, hati Gea tak karuan. Mengapa Arman berbohong padanya, apa yang disembunyikan Arman sebenarnya? Gea bertekad segera mencari tahu.
Esok harinya, Gea menunggu di depan pabrik saat jam pulang kerja. Dia ingin membuntuti Arman. Dari jauh dia bisa melihat sang suami yang mengendarai motor keluar dari gerbang. Gea menyuruh tukang ojek yang disewanya untuk mengikuti Arman. Dada Gea terasa sesak karena Arman melajukan motornya ke arah berlawanan dengan rumah mereka.
Arman berhenti di sebuah rumah makan yang menyediakan menu utama sate. Gea terus memperhatikan lalu masuk ke dalam rumah makan itu. Dia menutupi mukanya dengan masker agar tak dikenali Arman. Tak lama dilihatnya Arman bergabung dengan karyawan yang sedang menyiapkan sate. Arman kemudian membakar dan mengipasi puluhan sate di depannya.
Gea terkejut dan menghampiri suaminya. Arman yang sedang mrmbolak-balik sate pun kaget melihat Gea. Wajah Arman memucat dan menghentikan kegiatannya.
"Gea, kenapa ada di sini?" tanya Arman dengan gugup.
"Aku juga ingin bertanya, kenapa Mas ada di sini?" balas Gea dengan netra yang mulai berkabut.
Arman memanggil temannya untuk meneruskan membakar sate. Diraihnya tangan sang istri dan dibawanya ke sudut ruangan.
"Tolong jelaskan apa yang sebenarnya Mas lakukan. Mas selalu pulang malam dengan alasan lembur dan sekarang Mas ada di sini. Ada apa Mas?" Gea mulai terisak.
"Maafkan Mas karena tak terus terang sama kamu. Mas memang bohong, Mas gak lembur. Kerjaan di pabrik mulai sepi, penghasilan Mas mulai berkurang jadi Mas cari sampingan di sini. Bakar sate lumayan buat tambahan. Kita butuh banyak biaya karena sebentar lagi kamu melahirkan."
Mendengar jawaban Arman, Gea terisak. Air mata makin deras mengalir di pipinya. Dia menyesal telah mencurigai Arman, suami yang ternyata setia dan sangat bertanggungjawab. Dipeluknya Arman dengan erat sambil mengucapkan maaf berkali-kali.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
