Pelatihan Pembelajaran Mendalam Batch 1
Sudah menjadi kebiasaan di negeri ini jika ganti pejabat berarti ganti kebijakan. Sama halnya dengan yang terjadi di dunia pendidikan, ganti menteri identik dengan ganti kurikulum. Menteri baru bawa kebijakan baru. Kali ini ramai tentang Pembelajaran Mendalam atau disingkat PM.
Ternyata banyak yang salah paham dengan PM, dianggap sebagai kurikulum baru. Nyatanya, PM hanya pendekatan dalam pembelajaran guna meningkatkan kualitas pendidikan yang faktanya memang masih memprihatinkan. Kurikulum yang dipakai tetap Kurikulum Merdeka, hasil karya Mas Menteri Nadiem.
Untuk memberikan pemahaman dan penerapan yang benar tentang PM yang akan diaplikasikan di tahun ajaran 2025/2026, Kemendikdasmen menyelenggarakan pelatihan intensif melalui BGTK. Pelatihan yang baru batch 1 ini dilaksanakan secara luring dan serentak yang dimulai pada hari Senin, 30 juni 2025.
Peserta terdiri dari pengawas, Kepala Sekolah, dan guru se DK Jakarta yang tersebar di beberapa lokasi pelatihan (lokus). Narasumber pun berasal dari unsur pengawas, kepala sekolah, dan guru yang telah ditraining seminggu sebelumnya. Bagi kepala sekolah pelatihan akan berlangsung hingga tanggal 4 Juli sedangkan guru hingga tanggal 5 Juli.
Tadi pagi acara pelatihan dibuka secara daring oleh Bapak Menteri Abdul Mu'ti juga dihadiri Ibu Nunuk Suryani, Dirjen GTK. Selesai pembukaan, peserta langsung bergerak dan diminta membuka LMS di email **(censored)** masing-masing. Hari pertama mempelajari modul 1 dan mengerjakan berbagai tugas dengan dibimbing para narasumber.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan