Nanik Wijayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Melihat Sejarah dari Museum

Melihat Sejarah dari Museum

Hari ini menemani si bungsu yang ingin berkunjung ke museum demi memenuhi tugas dari organisasi kampus yang diikutinya. Semula aku ingin mengajaknya ke Museum Lubang Buaya karena aku belum pernah mengunjunginya tapi ternyata dia sudah dua kali ke sana. Ingin ke museum-museum yang ada di kota tua, kami pun sudah berkali-kali ke sana sebelumnya. Museum Nasional pun sudah, aku pun mengingat-ingat museum mana yang belum pernah dikunjungi olehnya.

Aku pun mengajaknya ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi karena si bungsu belum pernah kuajak mengunjunginya. Dia pun setuju, dengan disopiri Paksu kami bertiga meluncur menuju Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat. Sekitar 30 menit kami telah sampai di museum yang dituju.

Suasana museum yang dahulu merupakan kediaman Laksamana Maeda cukup ramai siang itu. Selain para pelajar juga ada pengunjung umum dan wisatawan asing. Kebetulan di museum juga berlangsung Pameran Seni dan Diplomasi yang menampilkan karya sketsa dan perjalanan hidup Henk Ngantung, seniman dan mantan Gubernur Jakarta tahun 1964-1965.

Berhubung hari belum terlalu sore, selesai mengambil foto dan video di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, kami lanjut ingin berkunjung ke Museum Jenderal Ahmad Yani yang letaknya cukup dekat dari museum ini. Namun, kami justru mampir ke Museum Jenderal AH Nasution karena lebih dulu melewatinya.

Rumah kediaman jenderal besar ini telah diubah oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi museum setelah dibeli dari pengusaha Hary Tanoesoedibjo. Di rumah ini kita dapat melihat bukti kekejaman PKI yang terjadi pada Ade Irma Suryani, putri Jenderal AH Nasution. Karena waktu telah mendekati pukul 15.00, kami pun batal ke Museum Jenderal Ahmad Yani. Lain waktu rencananya kami akan kembali ke sana.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post