Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Pesan Terakhir Bik Ijah ( episode ke 10 )

Pesan Terakhir Bik Ijah ( episode ke 10 )

Tagur hari ke 20

Darsono tidak mengindahkan teriakan pak Leknya yang memanggil manggil namanya. Darsono keluar rumah dengan membawa motor sambil sengaja maraung-raungkan suara motornya. 

Karjo melihat sikap ponakannya hanya bisa menggelengkan kepalanya dan mengelus dadanya. Dalam hatinya sambil berdoa 

"Ya Allah berikanlah hidayah untuk keponakanku, rubahlah sikapnya hingga menjadi anak yang lurus," doa Karjo

Bik Ijah muncul dan menemui adiknya di teras, dengan wajah yang agak sedikit murung setelah melihat kelakuan putranya. 

"Jo, makasih ya sudah mau menasehati Darsono, mbak tadi mendengarkan semua yang kamu sampaikan kepada Darsono," ucap Bik Ijah kepada adiknya.

"Ya Mbak, itu sudah menjadi kewajiban saya, untuk mengingatkan dan menasehatinya," ujar Karjo

Saya tidak akan pernah bosan untuk mengingatkan dan menasehatinya mbak, sepertinya dia hanya merindukan kasih sayang dari sosok seorang ayah, yang tidak dia dapatkan dari dia kecil," lanjut Karjo.

"Sudah sore sebentar lagi magrib,  saya pamit pulang dulu ya Mbak, sebaiknya Ratmi malam ini tidur di rumah mbak saja yaa, biar menemani mbak malam ini, biar nanti saya suruh Ratmi lepas magrib kesini," ujar Karjo sambil pamit pulang.

"Baiklah, kalau memang seperti itu, kebetulan ada yang mau saya sampaikan kepada Ratmi," sahut Bik Ijah.

Sinar mentari sudah mulai menenggelamkan seluruh cahayanya, dan berganti dengan redupan sinar rembulan yang sepertinya malam ini merupakan malam bulan purnama.

Seperti biasa Bik Ijah melakukan rutinitas setelah salat magrib membaca Al Qur'an, baru selesai Bik Ijah membaca Al Qur'an, terdengar ketukan pintu dari luar.

"Bude, ini Ratmi, buku pintunya," terdengar suara Ratmi dari luar

"Buka saja Nduk, pintu tidak dikunci ko,"sahut Bik Ijah

Tidak lama, Ratmi muncul dan melongokan kepalanya ke pintu kamar Budenya, dilihatnya ternyata Bude baru selesai salat dan mengaji. 

"Masuklah Nduk sini, ada yang akan Bude sampaikan kepada kamu Nduk," ucap Bik Ijah kepada keponakannya.

Ratmi agak sedikit mengernyitkan dahinya, merasa heran dan bingung melihat sikap Budenya yang sedikit berbeda malam ini.

"Ada apa Bude, ko sepertinya serius sekali, biasanya Bude seperti ini," ucap Ratmi sambil mengamati wajah Budenya karena penasaran.

Bik Ijah kemudian membuka lemari pakaiannya, dan mengambil sesuatu dari dalam lemarinya, dilihatnya Bik Ijah membawa kotak seperti kotak perhiasan yang lumayan agak besar.

"Itu kotak  apaan Bude?" Tanya Ratmi penasaran

Bersambung

 

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post