Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Pesan Terakhir Bik Ijah ( Episode ke 12 )

Pesan Terakhir Bik Ijah ( Episode ke 12 )

Tagur hari ke 24

Hati dan perasaan Ratmi tidak tenang, matanya tidak lepas terus saja memandangi mobil yang membawa Budenya ke pasar sampai mobil itu hilang dari pandangannya.

Sambil masuk ke dalam rumah Ratmi terus mencermati ucapan Budenya yang menurutnya aneh, dan sangat tidak lazim.

Setelah masuk ke dalam kamar Budenya, Ratmi memandangi kotak pemberian Budenya, dia amati kotak itu, tapi dia tidak berani untuk membukanya.

Ratmi akan memegang amanah Budenya untuk tidak membuka kotak tersebut walaupun dia sendiri penasaran dengan isi kotak tersebut.

Suasana pasar sudah cukup ramai dengan para pedagang, sementara yang lain masih terlelap tidur. Tida demikian dengan suasana di pasar, para pedagang sudah mulai sibuk dengan barang dagangannya, begitu juga para pembeli sudah mulai sibuk dengan barang-barang yang akan dibelinya.

Bik Ijah mulai membuka catatan pesanan dari para pelanggan yang sudah memesan sayur dan lauk pauk dengan Bik Ijah. Dia sengaja mendahulukan belanja pesanan dari pelanggan dahulu, khawatir terlewat atau lupa.

Hari ini lumayan banyak pesanan yang harus dibelanjakan. Ada yang pesan daging sapi hingga sepuluh kilo, ada yang pesan ayam potong sebanyak lima belas potong.

Tetangganya ada yang mau selametan, jadi beberapa kebutuhan dapur pesan dengan Bik Ijah dari sayuran, bumbu dapur, dan telur ayam, serta kebutuhan lainnya. Setelah semua pesanan sudah dirasa dibeli semuanya, Bik Ijah baru membeli kebutuhan dagangan yang akan dijual.

Semua belanjaan sudah dibeli, kini saatnya Bik Ijah mencari mobil angkot yang akan membawanya pulang ke rumah. Hari ini Bik Ijah tidak bisa pulang bersama teman temannya yang satu mobil jemputan. Karena belanjaan hari ini cukup banyak, jadi Bik Ijah pulang sendiri.

Setelah selesai belanja Bik Ijah menuju musolah untuk menjalankan salah subuh, sementara barang belanjaannya dititipkan di kios langganannya. Setelah selesai salat Bik Ijah mulai mencari angkot yang akan membawa semua belanjaannya.

Tidak sulit mencari angkot di pasar, karena para sopir angkot jam segini sudah ramai mangkal mencari penumpang. Setelah Bik Ijah menemukan angkot yang akan membawanya pulang.

Bik Ijah memerintahkan pak sopir untuk membantunya membawakan barang-barang belanjaannya yang dititipkan di salah satu kios langganannya.

Setelah semua barang belanjaan masuk semua ke dalam mobil. Bik Ijah duduk di kursi depan samping pak sopir. Pak sopir mulai melajukan mobilnya, tapi Bik Ijah merasakan sopir angkot membawa mobilnya agak sedikit ngebut, Bik Ijah sudah mengingatkan supaya tidak usah ngebut bawa mobilnya.

Tapi sopir angkot tersebut tidak menghiraukan ucapan Bik Ijah. Ketika di persimpangan tiba-tiba mobil angkot yang dinaiki Bik Ijah menabrak mobil yang ada di depannya.

Braaakkkk benturan mobil tidak terelakkan, Bik Ijah mencoba menyelamatkan diri dengan keluar dari pintu mobil angkot tapi yang terjadi Bik Ijah malah terpental keluar dan jatuh berguling-guling ke badan jalan hingga tergeletak tidak sadarkan diri.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post